Halo ibu
Dina, selamat siang. Dalam menentukan posisi yang nyaman dalam melahirkan
sangat tergantung pada ibunya sendiri. Karena setiap ibu mempunyai posisi
nyaman yang individual. Namun ada beberapa posisi yang sering digunakan dalam
proses persalinan normal dimana masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing.
·
Berbaring
/ posisi litotomi
Ibu terlentang di tempat tidur bersalin dengan
menggantung kedua pahanya pada penopang kursi khusus untuk bersalin.
Kelebihan:
Dokter bisa lebih leluasa membantu proses persalinan.
Jalan lahir pun menghadap ke depan, sehingga dokter dapat lebih mudah mengukur
perkembangan pembukaan dan waktu persalinan pun bisa diprediksi secara lebih
akurat. Kepala bayi lebih mudah dipegang dan diarahkan. Sehingga apabila
terjadi perubahan posisi kepala bayi, maka dokter langsung bisa mengarahkan
pada posisi yang seharusnya. Selain itu
bila diperlukan melakukan episiotomi (pelebaran jalan lahir), proses
pengguntingan dan sayatannya lebih mudah dan minimal.
Kekurangan:
Posisi berbaring membuat ibu sulit untuk mengejan. Hal
ini karena gaya berat tubuh ibu yang berada di bawah dan sejajar dengan posisi
bayi. Posisi ini pun diduga bisa mengakibatkan perineum (daerah di antara anus
dan vagina) meregang sedemikian rupa sehingga menyulitkan persalinan.
Pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari si ibu ke janin melalui
plasenta pun jadi relatif berkurang. Hal ini karena letak pembuluh besar berada
di bawah posisi bayi dan tertekan oleh massa/berat badan bayi sehingga arus
darah balik ke ibupun menjadi turun.
·
Posisi
miring /lateral
bu berbaring miring ke kiri atau ke kanan dengan salah
satu kaki diangkat, sedangkan kaki lainnya dalam keadaan lurus. Posisi ini
umumnya dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat.
Kelebihan:
Selain peredaran darah balik ibu bisa mengalir lancar, pengiriman oksigen dalam
darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu. Sehingga proses
pembukaan akan berlangsung secara perlahan-lahan sehingga persalinan
berlangsung lebih nyaman terutama pada ibu-ibu yang merasakan pegal di
punggung.
Kekurangan:
Posisi miring ini menyulitkan dokter untuk membantu
proses persalinan karena letal kepala bayi susah dimonitor, dipegang, maupun
diarahkan. Dokter pun akan mengalami kesulitan saat melakukan tindakan
episiotomi
·
Posisi
jongkok
Posisi ini merupakan posisi bersalin yang paling alami
dan berlangsung sejak jaman dahulu. Biasanya ibu berjongkok di atas bantalan
empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi.
Kelebihan:
Posisi ini memanfaatkan kekuatan gravitasi sehingga ibu
tidak harus terlalu kuat mengejan.
Kekurangan:
Selain berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini
dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan dokter dalam melakukan pemantauan perkembangan pembukaan dan
tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal episiotomi.
·
Posisi
setengah duduk
Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar
bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat
ibu nyaman sehingga cukup umum dilakukan
Kelebihannya:
Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh janin untuk bisa
keluar jadi lebih pendek. Suplai oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat
berlangsung secara maksimal.
Kekurangan:
Posisi dapat menimbulkan rasa lelah dan keluhan punggung
pegal. Apalagi jika proses persalinan tersebut berlangsung lama.
·
Melahirkan
dalam air
Posisi melahirkan dalam air sudah sejak lama dikenal di
negara-negara barat dan mulai tersedia pelayanan melahirkan dalam air terutama
di Jakarta.
Kelebihan :
Relaksasi terhadap semua otot tubuh, terutama otot-otot
yang berkaitan dengan proses persalinan. Mengejan pun jadi lebih mudah dan rasa
sakit selama persalinan tidak sebesar rasa sakit persalinan diluar air. Selain
itu proses melahirkan dalam air bisa mencegah kepala bayi cedera. Terhindar
dari trauma atau cedera kepala memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi
dibanding sesama bayi yang lahir dengan posisi lainnya.
Kekurangan:
risiko air kolam
tertelan oleh bayi sangatlah besar. Oleh karena itu, proses persalinan ini
tidak hanya membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan saja, melainkan
juga dokter spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi
lahir. Ada tidaknya air yang masuk maupun gangguan lainnya bisa langsung
terdeteksi dan segera diatasi dengan baik. Selain itu, bila prosesnya berjalan
lama, bisa-bisa ibu mengalami hipotermia alias suhu tubuh terlalu rendah
Demikianlah keterangan dari saya semoga
membawa manfaat.
Salam hangat,
dr. Ichnandy A Rachman, SpOG