Ya ampun Mbak Andi, pujian-pujiannya bikin aku GR deh,
hehehehe….
Selamat bertemu di halaman ini para Ayah dan Bunda. Saya
harus memperkenalkan diri dulu karena ini pertama kalinya saya menulis di sini.
Seperti yang sudah disebutkan Mbak Andi, nama saya adalah Anna Surti Ariani,
S.Psi., Psikolog, dan saya lebih suka dipanggil dengan nama Nina. Selama ini
saya membantu beberapa media, termasuk Ayahbunda, dalam kapasitas saya sebagai
psikolog anak dan keluarga. Saya juga membantu beberapa sekolah (lebih banyak
TK dan playgroup) untuk mengatasi permasalahan anak-anak muridnya. Tentu saja
dalam kehidupan sehari-hari saya juga banyak mengalami dan berusaha mengatasi
berbagai masalah dalam kehidupan saya bersama suami dan kedua anak saya.
Sekarang ini dalam usaha lebih menguasai lagi ilmu psikologi,
saya kembali lagi ke bangku kuliah dan mengambil program Magister Sains
Psikologi Perkembangan (bukankah jaman sekarang menjadi perempuan harus
pintar?). Hal yang sangat menyenangkan karena saya mendapat akses untuk
mengetahui dan mendiskusikan bersama para rekan tentang berbagai perkembangan
terbaru dalam ilmu psikologi. Khusus untuk menambah serunya diskusi kita, saya
sudah mencari beberapa hasil penelitian terbaru tentang pendidikan usia dini.
Nantinya hasil-hasil tersebut akan saya bagikan sedikit demi sedikit.
Salah satu yang baru saja tadi pagi saya diskusikan dengan
seorang dosen adalah ternyata nih anak yang belajar membaca sejak prasekolah
tidak terlalu beda kemampuannya dibandingkan anak yang baru mendapat kesempatan
belajar membaca di usia SD. Tentunya kemampuan tersebut diukur ketika keduanya
sudah SD ya. Artinya, bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan jika si kecil
sudah bisa membaca sejak dini, karena toh kemampuannya tak berbeda jauh
dibandingkan jika dia baru belajar membaca belakangan. Penelitian itu juga
menyarankan bahwa ada baiknya anak bukannya belajar membaca dan menulis sejak
dini, namun belajar berbahasa. Maksudnya
nih, ada baiknya orangtua dan guru mengajarkan anak untuk memaksimalkan
kemampuan komunikasinya dibandingkan repot-repot mengajar membaca pada anak
yang memang belum matang atau belum siap untuk belajar membaca.
Saya yakin pasti ada yang bertanya, “Lho, bukankah SD jaman
sekarang ini menuntut anak sudah bisa membaca?” Dan saya akan tertawa dulu
sebelum menjawab, karena sebetulnya masih banyak SD yang tak menuntut anaknya
sudah bisa membaca lho. Masih penasaran? Hmmmm, rupanya saya akan
mempersilahkan Anda untuk bertanya ataupun mengeluarkan pendapat Anda untuk
ini. Siap?
Saya tunggu ya pertanyaan dan ide-ide Anda.
Salam hangat,
Nina