Dear Bunda Weilya,
Memang, seringkali setelah proses infeksi selesai, batuk anak masih menetap, bahkan bisa 2-3 minggu. Keadaan ini terutama terjadi pada anak dengan bakat alergi. Oleh sebab itu, pada anak atopi (punya riwayat alergi, apa pun bentuknya) dokter sering menambahkan obat "anti-alergi" yang diteruskan pemberiannya sampai 2-3 minggu (atau 1 minggu setelah keluhan sembuh). Obat "anti-alergi" tersebut aman untuk digunakan jangka panjang, sepanjang dibawah pengawasan dokter.
Penyebab Batuk pilek paling banyak (sekitar 80%) adalah virus, namun bila dokter menilai bahwa penyebabnya adalah bakteri (terdapat keadaan tertentu yang mendukung kecurigaan ke arah itu) maka akan diberikan antibiotik. Sekali diberikan antibiotik sebaiknya dilanjutkan sampai selesai untuk menghindari resistensi (terhadap antibiotik tersebut) di kemudian hari. Namun perlu bunda ingat, karena penyebab terbanyak adalah virus, justru seringkali batuk pilek tidak memerlukan antibiotik.
Agar anak cepat pulih, harus banyak makan makanan sehat (sayuran dan buah yang terutama mengandung vitamin A, C, dan E), banyak minum air putih, banyak istirahat, serta madu (bila anak tidak alergi).
Salam,
dr. Lies Dewi Nurmalia, SpA
--- 09 Dec 2010 16:21, weilya liswadiman menulis:
Dear dr. Lies,
Anak saya (2 tahun) sebelum ini pernah batuk pilek selama 3 mingguan, bahkan anaknya teman saya ada yang sampai berbulan-bulan. Saya bawa anak ke dokter kemudian dikasih obat beberapa jenis, kemudian sampai antibiotiknya habis pun belum kunjung sembuh. Akhirnya saya stop sendiri obatnya, dan sang anak sembuh. Pertanyaan saya, benarkah tindakan saya untuk menghentikan pemakaian obat secara sepihak karena saya melihat tidak ada perubahan selama anak minum obat tersebut? Untuk mendukung proses pemulihan, adakah makanan tertentu yang bisa cepat untuk memulihkan badan sehabis sakit? Terima kasih
Salam,
Weilya