Diskusi Ayahbunda
Diskusi Ayahbunda
Topik
:
Diskusi online "Tantangan Kesehatan Balita Masa Kini" bareng dr.Lies Dewi Nurmalia, SpA dan Dettol. Kamis, 9 Desember 2010 Pk. 14.00 - 16.30 WIB (Umum)
Pembuat
:
AYAHBUNDA [09 Dec 2010 - 09:01]
Total Pesan
:
127 [0 pesan dari anda]
Status Diskusi
:
Open
Moderator
:
egaminan
Urutan
:
Re: Re: Re: Re: Diskusi online "Tantangan Kesehatan Balita Masa Kini" bareng dr.Lies Dewi Nurmalia, SpA dan Dettol. Kamis, 9 Desember 2010 Pk. 14.00 - 16.30 WIB

Dear Bunda Atikkoh,

Susu UHT adalah susu sapi segar (fresh cow's milk) yang mengalami proses sterilisasi dengan cara ultra high temperature peocessing (sampai suhu lebih dari 1350C) sehingga aman untuk dikonsumsi. Namun, karena bahan dasarnya adalah susu sapi segar, maka susu UHT diperuntukan bagi anak berusia lebih dari 1 tahun. Jadi, belum saatnya buah hati bunda diberi susu UHT, tunggu sampai dia berusia 1 tahun, ya..
Bila anak sudah berusia lebih dari 1 tahun (dan tidak mendapat ASI), kebutuhan susunya adalah 2-3 porsi sehari (@ sekitar 200 ml). Penghentian susu formula dapat secara langsung atau bertahap tergantung kesediaan anak, yang penting jangan dipaksa.

Salam,

dr. Lies Dewi Nurmalia, SpA




--- 09 Dec 2010 16:14, atikkoh menulis:
dear dokter,
mau tanya anak saya 8bln boleh diberi susu UHT? kl boleh, sekali minum diberikan berapa ml? dan utk susu formulanya hrs langsung saya hentikan atw bertahap, dokter?

thx,
atik

Re: Re: Re: Diskusi online "Tantangan Kesehatan Balita Masa Kini" bareng dr.Lies Dewi Nurmalia, SpA dan Dettol. Kamis, 9 Desember 2010 Pk. 14.00 - 16.30 WIB

Dear Bunda Lucy,

1. Memang benar bahwa minum dari botol pada posisi tidur akan menyebabkan bayi rentan mengalami infeksi telinga tengah. Hal ini disebabkan karena saluran yang menghubungkan telinga tengah dan kerongkongan posisinya masih mendatar sehingga memudahkan cairan dari kerongkongan masuk ke daerah telinga (pada anak lebih besar dan dewasa letaknya miring). Rentan, bukan berarti otomatis pasti sakit. Namun, hendaknya kebiasaan ini dihentikan meskipun saat ini tidak ada keluhan.

2. Yogurt (berbahan dasar susu sapi segar) boleh diberikan setelah anak berusia 1 tahun. Sebaiknya konsumsi yogurt tanpa perasa dan pewarna buatan tambahan, artinya yang plain dahulu. Kemudian amati, apakah terdapat reaksi alergi atau intolerasi tidak. Bila anak kemudian megeluh sakit perut, kembung, atau muntah, berarti belum bisa mentoleransi dengan baik. Bila terjadi, tunda pemberian yogurt dan bunda dapat mencoba memberikannya lagi sekitar 6 bulan kemudian. Bila dapat menerima dengan baik, selanjutnya baru boleh kenalkan yogurt dengan rasa tertentu (misalnya strawberry, orange, atau anggur).

Salam,
dr. Lies Dewi Nurmalia, SpA

--- 09 Dec 2010 16:44, Lucy MR Samosir menulis:
Dok,

Saya mau tanya.. anak saya Cindy usia sekarang jalan 12 bulan.. suka minum air putih dengan posisi tidur... botol susunya dipegang sendiri...berbahaya gak ya?...

Saya memang pernah baca katanya bisa kena infeksi telinga.. benar gak dok?.. karna Cindy saya liat gak papa tuh...

Trus saya mau tanya Cindy uda bisa makan yogurt kan? lantas yogurt yang seperti apa yang bisa dikonsumsi Cindy? apakah harus/wajib yang plain tanpa perasa dan pengental atau bagaimana?..

Thanks ya Dok...
GBU
--- 09 Dec 2010 16:33, AYAHBUNDA menulis:
Dear Bunda,

Terimakasih telah berpartisipasi dalam diskusi LIVE "Tantangan Kesehatan Balita Masa Kini" Ayahbunda-Dettol bersama dr. Lies Dewi Nurmala, SpA. Diskusi secara langsung ini telah berakhir, tapi pertanyaan yang belum terjawab akan diproses selama satu minggu ke depan. Nantikan pengumuman pemenang 2 hadiah dari Dettol melalui social media Fan Page Ayahbunda (Facebook) dan Twitter. Kepada dr. Lies, kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya.

Bersama Dettol, Ayahbunda akan menyelenggarakan Kopi Darat di akhir tahun pada tanggal 19 Desember 2010 di Jakarta. Keterangan lebih lanjut ikuti info terbaru via Kalender Event di www.ayahbunda.co.id, Twitter, dan Facebook.



Salam,
Redaksi Ayahbunda

Re: Re: Re: Re: Diskusi online "Tantangan Kesehatan Balita Masa Kini" bareng dr.Lies Dewi Nurmalia, SpA dan Dettol. Kamis, 9 Desember 2010 Pk. 14.00 - 16.30 WIB

Dear Bunda Weilya,

Memang, seringkali setelah proses infeksi selesai, batuk anak masih menetap, bahkan bisa 2-3 minggu. Keadaan ini terutama terjadi pada anak dengan bakat alergi. Oleh sebab itu, pada anak atopi (punya riwayat alergi, apa pun bentuknya) dokter sering menambahkan obat "anti-alergi" yang diteruskan pemberiannya sampai 2-3 minggu (atau 1 minggu setelah keluhan sembuh). Obat "anti-alergi" tersebut aman untuk digunakan jangka panjang, sepanjang dibawah pengawasan dokter.

Penyebab Batuk pilek paling banyak (sekitar 80%) adalah virus, namun bila dokter menilai bahwa penyebabnya adalah bakteri (terdapat keadaan tertentu yang mendukung kecurigaan ke arah itu) maka akan diberikan antibiotik. Sekali diberikan antibiotik sebaiknya dilanjutkan sampai selesai untuk menghindari resistensi (terhadap antibiotik tersebut) di kemudian hari. Namun perlu bunda ingat, karena penyebab terbanyak adalah virus, justru seringkali batuk pilek tidak memerlukan antibiotik.

Agar anak cepat pulih, harus banyak makan makanan sehat (sayuran dan buah yang terutama mengandung vitamin A, C, dan E), banyak minum air putih, banyak istirahat, serta madu (bila anak tidak alergi).

Salam,
dr. Lies Dewi Nurmalia, SpA

--- 09 Dec 2010 16:21, weilya liswadiman menulis:
Dear dr. Lies,

Anak saya (2 tahun) sebelum ini pernah batuk pilek selama 3 mingguan, bahkan anaknya teman saya ada yang sampai berbulan-bulan. Saya bawa anak ke dokter kemudian dikasih obat beberapa jenis, kemudian sampai antibiotiknya habis pun belum kunjung sembuh. Akhirnya saya stop sendiri obatnya, dan sang anak sembuh. Pertanyaan saya, benarkah tindakan saya untuk menghentikan pemakaian obat secara sepihak karena saya melihat tidak ada perubahan selama anak minum obat tersebut? Untuk mendukung proses pemulihan, adakah makanan tertentu yang bisa cepat untuk memulihkan badan sehabis sakit? Terima kasih

Salam,

Weilya

 border=
Apakah Anda suka...
mengunduh (download) aplikasi e-magazine ke dalam smartphone atau tablet Anda?
Ya, E-Magazine International
Ya, E-Magazine Lokal
Tidak