
Behind the Scene: Kids Fashion Festival
Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata Fashion Show Anak?
Sebagian besar pasti berpikir, penuh kekacauan, berisik, banyak rengekan “
Aku capek enggak mau jalan Bunda!" khas anak-anak, tantrum, atau situasinya malah seperti operasi militer dimana anak berbaris rapi dalam suasana tegang dan tidak mau ngobrol satu sama lain sampai aksi menahan pipis.
Semua hal di atas bukan jawabanya.
Di pergelaran Kids Fashion Festival 2010/2011 (KFF), keadaan sesungguhnya sangat mengejutkan. Rengekan manja khas anak-anak memang ada, tapi dengan segala “bujuk rayu” yang dikerahkan Bunda, Ayah, dan tim KFF, seperti “Mewarnai Buncil”, sampai PSP, anak-anak yang tampil pada peragaan busana ini “bekerja” dengan cukup profesional.
Berangkat dari audisi yang dilakukan pada 7 Juli 2010, sekitar 120 anak terpilih berlatih di Gedung Femina untuk berjalan di
catwalk,
blocking, dan pose untuk memperagakan pakaian dari label terkenal seperti
Quiksilverkids,
Madeinheaven,
Alleira Kids,
Little Heirloom,
Gingersnaps,
Bubble Girl, CooGee,
KC Kids,
Contempo Kids,
Oshkosh B'Gosh,
Carter's, dan
Pumpkin Patch. Model cilik trampil ikuti arahan koreografer. Dari
Mas Wawan &
Alam, masing-masing model diajarkan beberapa koreografi berbeda, sesuai dengan tema busana yang diperagakan. Otomatis, anak-anak harus menghafal
blocking, alur jalan di panggung, arah berputar, pose dan tentu saja senyum ke arah kamera. Namanya juga anak-anak, di latihan pertama masih saja ada yang lupa gerakan dan
blocking. Beberapa anak pun masih melihat ke bawah atau menarik rambut saat diminta memeragakan gaya jalan. Tingkah para model cilik ini rupanya malah jadi hiburan bagi Bunda dan panitia yang hadir di sesi latihan.
Make up yang tak berlebihan. Para Bunda yang menemani duduk dan saling berbincang saat tim penata rambut dan make up dari
Tim Artistik Jhonny Andrean mengurus anak mereka. Menata rambutnya, menambahkan
blush on tipis, bedak serta
lip gloss untuk memberikan sentuhan akhir saat para model cilik telah memakai busana yang akan diperagakan. Meskipun masih sangat kecil, para model cukup sabar menunggu dalam barisan untuk mengantri naik ke
catwalk. Bukan suasana gaduh. Area
make up dan
fitting sebenarnya memang cukup luas dan memungkinkan anak-anak berlari dan berkejaran. Tapi, karena suasana
fashion show yang meruap di ruang
make up dan
fitting, pemandangan yang terjadi di ruang itu justru anak laki-laki saling berguling-guling sambil menjaga tatanan rambut mereka, sementara anak-anak perempuan saling membandingkan tatanan rambut mereka dengan anak perempuan lainnya. Ada juga yang fokus menonton teman lainnya yang bermain
game console.