Alkohol dan Janin

 

Apakah kebiasan ibu hamil mengonsumsi minuman beralkohol berdampak pada janin? Ya, tahun 1986 seorang dokter asal Peranis, P.Lemoine menemukan hubungan kelainan yang diderita 127 balita selama hamil, disebut Fetal Alkohol Syndrome (FAS).

Mempengaruhi kecerdasan. Jennifer A.Willdrof dari Pittsburgh School of Medicine, AS, tahun 2006 membuktikan anak-anak yang lahir dari ibu yang biasa minum alkohol, tingkat kecerdasannya 2-7 poin lebih rendah dibanding anak-anak sebayanya. Paul D.Connor dari Universitas Washington, AS, tahun 2005 meriset ibu hamil yang biasa minum alkohol sejak trimester pertama. Saat bayi lahir, di usia 8 bulan, 18 bulan, 3 tahun, 6 tahun dan 10 tahun, kecerdasannya diukur. Kemampuan kognitif mereka lebih rendah dibanding anak-anak usianya.

Alkohol pada makanan, apakah berbahaya? Sejauh ini yang diteliti hanya minuman berakhol. Belum ada penelitian terhadap alkohol di makanan. Belum ada kesepakatan di kalangan ahli tentang jumlah alkohol yang aman dikonsumsi ibu hamil. Ada yang menyatakan aman bila hanya minum sesekali, ada juga yang sama sekali melarang. Yang menyatakan aman misalnya Dr.Jaquez Moritz, Direktur Departemen Kebidanan dan Kandungan di RS Mount Sinai New York,menyebutkan 14-15% ibu hamil di AS minum alkohol sekali seminggu. Asal tidak setiap hari, menurutnya tidak mempengaruhi janin. Sementara itu, Steven Gans, MD, dalam artikel “If You’re Drinking, Your Baby Is Too,” ia meyakini setetes alkohol yang diminum ibu hamil tetap menyebabkan risiko cacat janin. Persatuan Dokter kandungan AS juga tegas menyatakan ibu hamil dilarang minum alkohol meski setetes, alias harus zero point.
 

 

Artikel Rekomendasi

post4

5 Mitos Kehamilan di Korea

Sebagian besar negara ternyata memiliki kepercayaan tersendiri, berkaitan dengan kehamilan. Boleh percaya, boleh tidak. Berikut 5 mitos kehamilan di negeri ginseng.... read more