Diet Ibu Hamil

 

Pada kondisi tertentu, dokter kandungan mungkin menyarankan ibu hamil untuk berdiet. Bukan berarti mengurangi porsi makan, tapi mengatur pola makan. Yuk, kenali ragamnya!

Menurut dr. Phaidon L. Toruan, MM, pengertian diet yang sebenarnya adalah mengatur pola makan dan bukan mengurangi makan. Diet yang benar adalah mengatur asupan makan yang baik dan bergizi. Diet khusus selahi hamil ini harus dilakukan dibawah pengawasan dokter kandungan dan ahli gizi. Pola diet yang diterapkan tergantung 'masalah' yang dialami ibu hamil selama hamil. Masalah umum dan pola diet yang umum terjadi, diantaranya:

  • Diet ibu diabetes. Ibu hamil perlu menjalankan pola diet ibu diabetes jika tubuhnya tidak memproduksi cukup banyak insulin untuk mengolah zat gula dalam tubuh selama kehamilan sehingga berisiko terkena diabetes gestasional. Yang dijaga pada pola diet ini adalah kadar gula dalam darah ibu hamil. Pola diet ibu diabetes bisa di lihat di sini.
  • Diet ibu hipertensi. Ibu hamil yang mengalami hipertensi perlu menjalani diet rendah garam dan mengonsumsi ragam makanan kaya potasium kacang-kacangan dan aprikot dan magnesium. Apa saja? Cek di sini. 
  • Diet ibu anemia. Karena pola makan yang buruk, ibu hamil kerap mengalami anemia zat besi atau umum disebut kurang darah. Bisa sembuh dan menjadi sehat jika ibu mendapat asupan nutrisi yang cukup dan memperbaiki pola makan. Panduannya ada di sini.
  • Diet ibu obesitas. Meski gemuk, sebenarnya ibu hamil tidak boleh melakukan diet untuk menurunkan berat badannya. Ibu hamil yang obesitas, perlu mengontrol kenaikan berat badan dengan mengatur asupan kalori untuk dirinya dan janin. Pola makannya, bisa dilihat di sini. 
  • Diet ibu vegan. Umumnya dokter akan meminta ibu hamil vegetarian untuk berhenti sementara untuk memastikan kecukupan gizi bagi janin. Karena saat hamil kebutuhan zat gizi meningkat, dan beberapa makanan hewani kaya dengan nutrisi yang dibutuhkan janin seperti proten hewani, zat besi, kalsium, folat dan vitamin B12. Jika ibu tak bisa mengubah gaya hidup vegan, pilihan kedua adalah 'menurukan' kadar vegetariannya. Untuk menyiasati agar ibu dan janin tidak kekurangan nutrisi, lakukan pola makan seperti ini.
  • Diet ibu alergi makanan. Reaksi alergi seperti sesak nafas, mual muntah, atau gatal di kulit bisa timbul setelah ibu hamil mengonsumsi makanan pencetus alergi. Padahal, saat hamil ibu perlu asupan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang janin dan menjaga ibu tetap sehat. Pola makan untuk ibu hamil yang alergi makanan bisa dicontek di sini.       

 

Artikel Rekomendasi