5 Tip Terbaik Menjemur Bayi

 

 
Foto: shutterstock

Menjemur bayi di bawah sinar matahari dianggap bisa membantu proses penguraian bilirubin pada bayi   kuning atau jaundice. Dengan dijemur, diharapkan bayi akan memperoleh cahaya biru untuk membantu pembentukan senyawa bilirubin yang larut dalam air, sehingga dapat dikeluarkan melalui air seni maupun kotoran bayi. Cahaya biru ini hanya didapat dari sinar matahari di pagi hari, ketika cahaya-cahaya dengan panjang gelombang lainnya belum mencapai bumi. Betulkah?

Sebagian besar orang tua masih percaya bahwa bayi baru lahir harus dijemur setiap pagi supaya tidak kuning. Padahal tidak ada kaitan antara menjemur bayi dengan penguraian bilirubin. Demikian seperti dikutip dari situs alodokter.com. 

Menjemur bayi di pagi hari dianggap bermanfaat membantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D yang akan mengatur penyerapan kalsium (Ca) di dalam saluran pencernaan yang kemudian digunakan tubuh bayi untuk memelihara  tulang dan gigi.
 
Cobalah beberapa cara di bawah agar si kecil memperoleh manfaat dari sinar matahari:



1. Jemur bayi sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore, aplikasikan SPF 15 pada bagian yang terkena sinar matahari.  
2. Jemur bayi selama 30 menit/minggu untuk bayi berkulit putih (4-5 menit/hari). Untuk bayi dengan kulit warna gelap jemur 3 - 4 jam seminggu.  
3. Letakkan bayi memunggungi matahari agar sinar matahari tidak menyilaukan matanya.  
4. Pakaikan bayi baju ketika dijemur, dan atur agar sinar matahari mengenai tubuh bayi secara merata.
5. Kenakan pelindung kepala dan wajah.

Baca Juga

Bayi Lahir Kuning
Merawat Bayi, Semua ada Aturannya

10 Hal Penting yang Ibu Baru Wajib Baca

 



Artikel Rekomendasi