7 Perubahan Calon Ayah Saat Istri Hamil

 



Perubahan yang terjadi pada para calon ayah selama kehamilan istri :

1. Cemas berlebihan
Saat pertama mendengar kabar istri hamil, Anda merasa sangat bahagia. Namun, perasaan ini bisa berubah menjadi kecemasan berlebihan, sehingga dapat menyebabkan stres. Tiba-tiba muncul rasa khawatir apakah Anda bisa memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, mengasuh dan merawat si kecil, atau menjadi teladan yang baik untuk anak Anda. Menurut Dr. Brizendine, perasaan ini biasanya muncul setelah usia kehamilan istri 6-8 minggu. Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda mulai berbagi dengan istri atau sesama teman Anda yang sudah menjadi ayah. Mendengar pengalaman dan kisah sukses teman Anda dapat memacu semangat Anda.
2. Hormon ‘naik turun’
Perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil selama masa kehamilan, tentu sudah tidak asing terdengar. Namun, tak banyak yang tahu jika calon ayah pun mengalami hal yang sama. Hormon Anda mengalami perubahan akibat hormon estrogen dan progesteron istri yang meningkat tiga kali lipat. Sejumlah feromon yang keluar dari kelenjar keringat ibu hamil itu menyebabkan kadar testoteron Anda menurun dan kadar prolaktin meningkat. Situasi hormonal ini yang akan memicu insting keayahan Anda.
3. Berat badan bertambah
Kenaikan berat badan umumnya disebabkan karena Anda kerap menemani istri makan atau malah menghabiskan makanannya. Namun beberapa ahli juga mengatakan kenaikan berat badan disebabkan oleh rasa cemas Anda dengan perubahan hidup yang akan Anda alami. Untuk melepaskan rasa cemas, Anda mencari kenyaman, salah satunya lewat makanan. Beberapa makanan, seperti cokelat, memang dipercaya dapat memperbaiki mood dan pelepas lelah. Kondisi ini sebaiknya perlu diikuti dengan olahraga. Jangan sampai tubuh Anda mengganggu gerak Anda sebagai ayah kelak.
4. Jadi PRT dadakan
Menyambut kelahiran si kecil, tidak hanya istri yang sibuk menyiapkan perlengkapan kebutuhan bayi, Anda pun berusaha membangun sebuah ‘sarang’ terbaik untuk tempat tinggal bayi Anda. Anda mulai bebenah rumah, seperti menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai atau berbahaya untuk bayi, makin rajin membersihkan rumah dan sekitar rumah, menyiapkan kamar bayi, bahkan menyiapkan mobil yang ramah bayi. Hal ini Anda lakukan semata-mata untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan bayi Anda kelak.
5. Makin ‘pasang’ telinga
Percaya atau tidak, sejak istri hamil, Anda mulai rajin mendengarkan cerita istri, apapun kondisi Anda. Bahkan tak hanya menjadi pendengar setia, Anda juga berubah menjadi pemerhati. Istilah awamnya, Anda menjadi lebih sensitif. Kebiasaan ini tampaknya dijadikan bekal bagi para ayah untuk menghadapi si kecil. Misalnya, menghadapi tangisan bayi di saat Anda sedang tertidur lelap. Sebelum jadi ayah, bisa jadi suara alarm tidak terdengar oleh Anda. Hal itu minim sekali terjadi setelah Anda menjadi seorang ayah.
6. Jatuh cinta lagi
Pendengaran Anda yang semakin sensitif membuat fungsi indera yang lain pun meningkat. Kondisi ini serupa seperti halnya ketika pertama kali Anda jatuh cinta dengan istri. Kali ini Anda jatuh cinta dengan si jabang bayi. Meskipun Anda tidak terikat secara fisik dengannya, perasaan jatuh cinta itu tetap muncul dan akan semakin bertambah saat Anda melihatnya lahir ke dunia. Beberapa ayah mengaku, saking cintanya, mereka cenderung tidak peduli dengan pertandingan tim sepakbola favoritnya.
7. Semakin religius
Berita kehamilan istri dan kelahiran si buah hati diakui menjadi berita paling membahagian sepanjang hidup calon ayah dan ayah. Hal ini tentu Anda rasakan juga sehingga membuat Anda tak pernah berhenti untuk bersyukur pada Tuhan atas rejeki si bayi mungil. Makin mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi ungkapan terima kasih Anda, termasuk menjalankan ibadah lebih taat dibandingkan sebelumnya. (SAN/PAS)
 

 



Artikel Rekomendasi

post4

16 Cara Siap Jadi Ayah

Memang tidak dijamin siap sepenuhnya. Tapi, coba cara-cara ini, setidaknya untuk menyiapkan diri calon ayah menjalani masa-masa melelahkan.... read more