Mohon
login terlebih dahulu untuk berpartisipasi dalam rubrik Oh Ternyata!
Merekam Kelahiran
Bukan hanya pernikahan dan pesta ulang tahun saja yang punya rekaman videonya. Kini, proses melahirkan pun juga tak luput diabadikan dalam rekaman video. Mungkin tujuannya tidak ingin melewatkan satu momen pun dalam kehidupan si kecil tapi sering kali film produksi amatiran ini berakhir runyam karena suami terlalu gugup sehingga gambar yang dihasilkan goyang seperti terkena gempa atau bahkan lupa menyalakan kamera karena terlalu panik. Pengalaman apa yang Anda miliki seputar pembuatan video kelahiran? Sharing yuk!
Michael Wiguna, 31 tahun
Lajang
Coordinator
Karena istri mengalami placenta previa totalis, proses kelahiran Andrew harus caesar. Awalnya saya berniat merekam peristiwa kelahiran Andrew. Tapi saat dokter menusuk placenta, darah muncrat. Saya kaget, kamera pun bergoyang. Hasilnya bisa dibayangkan
FelixRichard3, 3 tahun
Lajang
Awalnya saya menolak ketika suami mau merekam peristiwa ini. Karena saya pikir proses melahirkan pasti capek. Sewaktu masuk kamar bersalin pun saya sudah lemas dan kelelahan. Tapi setelah foto saya jadi, senang juga menikmati hasilnya. Saya punya kenangan untuk Yoga.
Felix Richard, 27 tahun
Menikah
Baru tahu, ternyata operasi caesar harus...naked! Padahal dokter dan asistennya cowok. Malu dong! Akhirnya saya minta rekamannya bagian perutnya saja daripada kena UU antipornografi. Saya pun bisa menjalani operasi dengan tenang dan nyaman.