Hadapi Balita 'Cuek'

 

Dipanggil berulang-ulang malah makin asyik sendiri! Mengapa cuek banget, ya? Sebuah jurnal penelitian terbatas, Proceeding of the National Academy of Science, yang terbit tahun lalu di Amerika, mengangkat topik ini sebagai salah satu artikelnya. Berdasarkan hasil penelitian Profesor Yuko Munakata, psikolog dari University of Colorado, AS, dikatakan bahwa anak-anak berusia dini bukannya tidak mendengar. Mereka mendengar, tetapi tidak langsung bisa memahami dan menyimpan informasi tersebut untuk digunakan kemudian.
        .  
Sekalipun demikian, bukan berarti Anda tidak bisa memodifikasi balita agar lebih responsif terhadap pesan atau perintah yang Anda sampaikan. Jerry Wyckoff dan Barbara Unell dalam bukunya Disipline Without Spanking or Shouting, mengatakan bahwa orang tua  perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi pertumbuhan mental dan kognitif anak. Begini caranya:
  1. Rebut perhatian anak. Jangan mengatakan sesuatu dari jarak jauh. Mendekat pada anak, dan sentuh dia sehingga ia memperhatikan Anda bicara.
  2. Berdiri sejajar. Pastikan Anda dan balita kontak mata saat Anda bicara. Gendong anak, atau justru Anda berjongkok. Cara ini membuat anak tahu bahwa Anda akan mengatakan hal penting. Di sisi lain Anda bisa segera tahu ia paham ucapan Anda atau tidak.
  3. Perintah jelas, sederhana dan mengacu pada kondisi saat ini. Anak batita belum mampu mengantisipasi peristiwa akan datang. “Ayo pakai sepatumu, kita pergi,” lebih mudah dipahami daripada, “Sebentar lagi kita akan pergi, pakai sepatumu.”
  4. Pesan tegas, sebaiknya tidak mengandung pilihan agar anak paham reaksi yang diinginkan darinya. “Saatnya tidur, kamu harus berhenti bermain,” lebih dipahami daripada, “Sudah waktunya tidur, bisa nggak berhenti bermain?”
  5. Realistis. Ingat selalu bahwa batita Anda masih dalam proses perkembangan kemampuan mental dan kognitif. Sesuaikan pesan dan perintah Anda dengan perkembangannya. “Setelah main, bereskan lagi mainannya, ya sayang,” adalah pesan manis yang membingungkan anak. Coba ganti dengan, “Masukkan kembali mainanmu ke dalam kotak setelah main,” anak Anda akan paham dan patuh.
  6. Penguatan pesan. Sangat disarankan menindaklanjuti ucapan Anda dengan pesan lain sebagai penguatan, misalnya, “Sekarang saatnya tidur!” kemudian baringkan anak di tempat tidur, lalu selimuti dia, atau matikan lampu kamar sesuai kebiasaannya. Cara ini membuat anak tahu bahwa Anda bersungguh-sungguh.
  7. Memberi waktu dan peringatan. Beri petunjuk pada anak sebelum sesuatu terjadi, terlebih ketika ia sedang asyik bermain. Beberapa saat sebelum berangkat, Anda bisa membuat kesepakatan dengannya, “Kalau ibu panggil, berarti kita akan pergi. Jadi segera berhenti bermain, ya.”
  8. Memotivasi. Pastikan pesan atau perintah Anda tidak membuat anak kesal. Memerintah dengan berteriak bisa jadi efektif, tetapi si kecil dan Anda tidak nyaman dengan prosesnya bukan? Cobalah menyampaikan pesan disertai motivasi, “Selesai sikat gigi, kamu boleh memilih sendiri baju tidur malam ini.”
  9. Konsisten. Anak selalu menjadikan orang tua sebagai role model. Seringkali kita lupa   ini. Jika Anda ingin anak melakukan pesan atau perintah Anda segera, Anda perlu  melakukan hal yang sama. Saat Anda mengatakan bahwa hanya sebentar masuk ke sebuah butik, pastikan waktunya benar-benar sebentar agar anak tak berpikir Anda bisa membengkokkan kesepakatan semau Anda.
Hindari Ini!
  • Janji tak jelas.“Sebentar”,“nanti” “beberapa saat lagi” adalah konteks waktu yang abstrak bagi anak batita. Jadi, gunakan patokan lain yang bisa lebih dipahaminya, seperti: satu kali iklan di televisi, atau setelah memutari toko 1 kali.
  • Multitasking. Sama seperti Anda, anak juga butuh perhatian penuh dari orang tua saat ia bicara. Hentikan semua kegiatan saat anak bicara. No BBM replying, no texting! Jika anak mulai bicara saat Anda sedang melakukan hal lain, minta dia menunggu hingga Anda menyelesaikan aktivitas. Jangan berlama-lama, selesaikan segera dan dengarkan balita.
  • Repetisi. Mengucapkan pesan berulang-ulang bukan cara yang efektif agar anak paham pesan dan perintah Anda. Simpan energi Anda dan si kecil dengan mengatakan sebuah pesan sederhana, yang langsung meminta melakukan sesuatu.

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>