Perbedaan Reaksi Covid-19 pada Anak dan Orang Dewasa

 

Foto ilustrasi (Freepik)

Anak-anak dari segala usia bisa terinfeksi Covid-19. Seperti yang dialami anak pertama komedian Wendi Cagur yang dinyatakan positif Covid-19. 

Wendi mengabarkan hal tersebut melalui akun media sosialnya pada 13 Januari dengan foto yang menunjukkan gadis kecil itu berdiri di balik kaca. Dalam keterangan takarir (caption), disebutkan bahwa kondisi anak Wendi tidak menunjukkan gejala. Setelah menjalani karantina mandiri, puteri kecil Wendi dapat berkumpul kembali dengan keluarga.


Bagaimana pengaruh Covid-19 pada anak?
Situs Mayo Clinic melaporkan, kebanyakan anak yang terinfeksi Covid-19 biasanya mengalami gejala yang tidak separah pada orang dewasa. Sebagian mereka bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, dan sebagian lagi memiliki gejala ringan. 

Menurut American Academy of Pediatrics (AAC) dan Asosiasi Rumah Sakit Anak di Amerika Serikat, anak-anak mewakili sekitar 12 persen dari semua kasus Covid-19. 

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berusia di bawah 14 tahun lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19 dibandingkan dengan orang yang berusia 20 tahun ke atas. 

Tingkat rawat inap untuk anak-anak juga jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Namun, jika anak-anak dirawat di rumah sakit, mereka perlu dirawat di unit perawatan intensif dengan tindakan yang sama seperti orang dewasa. 

Meski begitu, ada sejumlah kondisi yang membuat anak-anak berisiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19, yakni obesitas, diabetes, dan asma. Anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan atau kondisi genetik yang memengaruhi sistem saraf atau metabolisme juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius dengan COVID-19.

Mengapa anak-anak bereaksi berbeda terhadap Covid-19?
Ada beberapa spekulasi dari peneliti untuk menjawab pertanyaan ini. Namun jawaban pastinya masih belum jelas. 

Beberapa ahli berpendapat bahwa anak-anak mungkin sering demam, sehingga sistem kekebalan mereka lebih siap untuk memberi perlindungan terhadap Covid-19. 

Kemungkinan juga sistem kekebalan anak-anak berinteraksi dengan virus secara berbeda dibanding sistem kekebalan orang dewasa. Orang dewasa bisa jatuh sakit begitu terinfeksi virus Covid-19, karena sistem kekebalan mereka tampaknya bereaksi berlebihan terhadap virus, sehingga menyebabkan lebih banyak kerusakan pada sel-sel tubuh mereka. 

Gejala Covid-19 pada anak
Sejauh ini, anak-anak dan orang dewasa mengalami gejala Covid-19 yang serupa. Namun gejala pada anak-anak cenderung ringan dan seperti flu. Kebanyakan anak sembuh dalam satu sampai dua minggu. 

Gejala yang mungkin terjadi antara lain:

- Demam
- Hidung tersumbat atau hidung meler
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual atau muntah
- Diare
- Hilang atau turun selera makan. 


ALI

 

 



Artikel Rekomendasi