Risiko Obesitas pada Janin

 

Obesitas yang dialami saat hamil, tidak hanya memiliki efek negatif bagi calon ibu. Bagi janin, obesitas pada sang bunda juga berdampak negatif. Berikut diantaranya:
  • Bayi mengalami Makrosomia. Ukuran janin yang terlalu besar (lebar bahu lebih besar dari diameter kepala) ini akan  menyulitkan proses kelahiran dan meningkatkan komplikasi persalinan.
  • Obesitas pada bayi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Lancet, Amerika Serikat, wanita yang berat badannya naik lebih dari 24 kilogram  selama kehamilan dapat memiliki bayi dengan berat 150 gram lebih berat daripada wanita yang bertambah berat badannya sekitar (10 kilogram).
  • Bayi lahir prematur atau bayi lahir kurang dari 37 minggu.
  • Bayi lahir mati. Seperti yang dilaporkan kantor berita Reuters, menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Aimin Chen dari Fakultas Kedokteran Universitas Creighton, Omaha, Amerika Serikat,  sejumlah bukti menunjukkan, angka kematian lebih tinggi pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang obes.
  • Bayi lahir dengan cacat bawaan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para dokter di U.S. National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) dan New York State Department of Health menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami obesitas akan sangat berisiko melahirkan bayi dengan cacat jantung bawaan. Di lain pihak, sulit mendeteksi apakah timbunan lemak di perut ibu ada hubungannya dengan munculnya gangguan spina bifida atau tidak.
Baca juga:

 



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil: Waspada Berat Badan!

Jika BB Anda kurang dari 40 kg saat dinyatakan hamil, Anda kemungkinan menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Bayi yang dikandung berisiko berberat lahir rendah (BBLR... read more