Penyebab Perut Masih Besar Setelah Melahirkan

 

Foto: Freepik



“Kok perutnya masih buncit, ya?”
“Duh, besar sekali lipatan perutnya.”
“Perutku belum kembali seperti sebelumnya.”
 
Ini adalah keluhan yang umum dilontarkan oleh ibu setelah melahirkan. Banyak orang menyebut perubahan bentuk tubuh tersebut sebagai ‘perut ibu-ibu’—yang nanti bisa kembali lagi. Apakah memang benar sesederhana itu?
 
Perubahan bentuk tubuh adalah hal yang sangat wajar dialami ibu saat hamil. Perut Anda membesar seiring dengan pertumbuhan janin. Namun, ketika perut Anda tak kunjung kembali ke bentuk semula—sekalipun berat badan awal Anda sudah kembali adalah tanda bahwa Anda mungkin mengalami diastatis recti.
 
Chaunie Brusie, R.N., B.S.N., seorang registered nurse dengan pengalaman kerja di obstetrical and pediatric nursing dari Saginaw Valley State University, Michigan menjelaskan bahwa diastatis recti adalah kondisi hilangnya elastisitas abdominal atau otot perut Anda karena telah terpisah selama kehamilan.
 
Penyebab Diastatis Recti
Brooke Cates, pendiri The Bloom Method, sebuah program kebugaran pra dan pasca kelahiran di Denver, Colorado menjelaskan bahwa selama kehamilan, otot perut melebar secara alami untuk menyediakan ruang bagi janin.  Hal ini ditambah lagi dengan hormon kehamilan terutama relaxin yang menenangkan dan melembutkan jaringan di linea alba, yang merupakan jaringan ikat penghubung otot-otot perut.
 
Siapa yang Rentan?
Anda rentan mengalami diastatis recti bila:
  • Ini merupakan kehamilan kedua atau sudah melahirkan beberapa kali
  • Memiliki bayi yang besar
  • Mengandung bayi kembar
  • Memiliki otot perut dan pelvis yang lemah.
  • Memiliki postur yang buruk
  • Sering melakukan aktivitas fisik yang salah seperti sit up, push up, atau kegiatan lain yang melibatkan otot perut.
  •  
Cara Mendeteksi
Alicia Willoughby, M.S.P.T., seorang ahli terapi fisik prenatal dan pospartum di Amerika Serikat mengatakan bahwa cara paling akurat untuk mendeteksi diastatis recti adalah dengan melakukan USG. Namun, terapis kesehatan fisik pelvis dan ahli uroginekologi biasanya bisa mendiagnosis secara manual. Anda juga bisa melakukan ini sendiri.
 
Anda bisa memeriksa apakah Anda mengalami diastatis recti dengan tidur telentang dan menekuk lutut. Posisi kaki berada di lantai. Letakkan jari-jari Anda di perut dengan posisi mengarah ke kelamin. Tekan daerah perut dengan lembut. Kemudian lakukan head knot atau kepala mengarah ke dada sehingga terbentuk lengkungan di perut.
 
Menurut Alicia, diagnosis diastasis recti adalah ketika jarak antara kedua sisi otot rectus abdominis mencapai dua sentimeter atau lebih. Bila Anda memeriksa sendiri dengan jari, maka Anda akan mendapati ada jarak selebar dua jari atau lebih di antara otot Anda.
 
(Lela Latifa)

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil: Waspada Berat Badan!

Jika BB Anda kurang dari 40 kg saat dinyatakan hamil, Anda kemungkinan menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Bayi yang dikandung berisiko berberat lahir rendah (BBLR... read more