Jangan Sepelekan Kelainan Irama Jantung

 


Secara serentak kampanye Fibrilasi Atrium (FA) atau kelainan irama jantung telah mulai diselenggarakan di Indonesia. Acara yang diselenggarakan InaHRS (Indonesian Heart Rhythm Society) bekerja sama dengan PERKI Jaya adalah tentang mendeteksi FA sejak dini dengan metode MENARI (Meraba Nadi Sendiri).

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sejak dini mendeteksi irama detak jantung tidak teratur melalu cara sederhana. Cara memeriksa nadi ini sangat mudah hanya dengan memastikan detak jantung berdetak sebanyak 6-8 kali per 10 detik, bila tidak atau jantung berdetak secara tidak beraturan maka ada kemungkinan besar mengidap kelainan irama jantung.

“FA merupakan kelainan irama jantung berupa detak jantung yang tidak regular sering dijumpai pada populasi di dunia dan di Indonesia. Namun sangat disayangkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang FA sampai sat ini masih rendah, padahal FA dapat menyebabkan bekuan darah di jantung yang bila lepas ke sirkulasi sistemik dan dapat menyebabkan stroke,” kata Prof. Dr. Dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, FasCC, yang merupakan guru besar Ilmu Kardiologi serta dokter vaskular yang menjadi pembicara dalam sosialisasi Kampanye FA 2107 di Rumah sakit Harapan Kita, Jakarta Barat.

Penderita FA memiliki risiko 5 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang bukan pengidap FA. Kelumpuhan merupakan bentuk kecacatan yang sering dijumpai pada kasus stroke dengan FA. Di Indonesia sendiri penderita FA terjadi pada usia produktif yaitu, di bawah usia 60 tahun.

“Pasien yang datang biasanya sudah dalam keadaan lumpuh dan setelah diperiksa ternyata disebabkan oleh FA. Sebanyak 40% kelumpuhan terjadi pada kesulitan bicara yang diakibatkan FA. Rata-rata sekitar 50% pasien yang terkena stroke akan mengalami stroke kembali dalam jangka waktu 1 tahun,” Prof. Yoga menjelaskan.

Meraba nadi ini bisa dilakukan minimal sekali sehari untuk memastikan irama detak jantung berdetak dengan irama normal. Bila mengalami detak jantung yang tak seirama segera perkisakan ke dokter. Sayangi jantung Anda dengan MENARI. (Debora Darmawan)

Baca juga: Kenali Detak Jantung Janin


foto Debora Darmawan

 

Artikel Rekomendasi