Re.juve Cares, Ajak Kembalikan Botol Kemasan demi Jaga Lingkungan

 

Foto: Salah satu program Re.juve Cares yaitu #GoodforSociety untuk pembinaan atlet bulu tangkis

Pandemi Covid-19 telah membawa sejumlah perubahan terhadap gaya hidup masyarakat. Di antaranya, semakin banyak orang membeli barang secara online dan meningkatnya kesadaran untuk mengonsumsi makanan sehat. 
Belanja online menjadi pilihan lantaran dinilai sebagai pilihan aman selama himbauan untuk tetap di rumah saja. Sedangkan konsumsi makanan dan minuman yang sehat merupakan bentuk kesadaran untuk menjaga imunitas tubuh sebagai benteng pertahanan terhadap serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Akan tetapi, karena meningkatnya kegiatan belanja online yang dilakukan oleh masyarakat, kemudian muncul isu bertambahnya sampah plastik dari rumah tangga. Sebab, umumnya kemasan yang digunakan untuk membungkus produk-produk belanjaan adalah berbahan dasar plastik. Tak dimungkiri bahwa plastik menawarkan nilai praktis dan efisien dalam penggunaannya. Meski dampak buruknya bagi lingkungan juga perlu menjadi perhatian. 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup, PT Sewu Segar Primatama, perusahaan produsen jus Re.juve meluncurkan kampanye Re.juve Cares pada Senin, 5 Oktober 2020. Event peluncuran Re.juve Cares yang digelar secara online ini memperkenalkan inisiatif Re.juve terhadap gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle). Re.juve Cares mengusung tiga pilar, yaitu #GoodforYou, #GoodforEarth, dan #GoodforSociety. 

#Goodforyou, menekankan pada konsumsi nutrisi seimbang yang didapat dari sayur dan buah-buahan segar demi menjaga daya tahan tubuh secara maksimal. CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Richard Anthony, mengatakan, "Di masa pandemi ini, penting bagi kita untuk terus meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan segar berkualitas baik secara langsung maupun produk-produk pengganti dengan kandungan nutrisi dan vitamin yang setara."

Dikatakan Richard, pihaknya ingin agar masyarakat lebih jeli dan bijaksana dalam memilih produk-produk yang baik dan tepat bagi tubuh. "Satu hal yang paling menunjang bagi Re.juve adalah semua dibuat 100 persen fresh, organik, tidak pernah menggunakan bahan konsentrat, tidak ada gula, tidak ada sweetener, tidak diproses secara panas, tidak dipasteurisasi, dan food safety yang terjamin. Satu botol Re.juve bisa setara dengan 1 kilogram buah dan sayuran segar," kata Richard. 

Adapun pilar kedua yaitu #GoodforEarth, Re.juve yang telah hadir di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali ini menerapkan program agar tidak menambah sampah plastik sebagai kemasannya. Melalui program 'Bring Back Your Empty Bottle', Re.juve mengajak konsumen untuk berpartisipasi mengembalikan botol Re.juve yang telah kosong untuk kemudian diolah kembali menjadi produk-produk bernilai ekonomi tinggi. Botol Re.juve yang telah kosong dapat dikembalikan di toko atau gerai Re.juve terdekat. 

 
Foto: CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Richard Anthony, bersama pendiri Kompis, Emil Karibuan.


Selain itu, masih dalam kerangka peduli terhadap lingkungan, Re.juve juga bekerja sama dengan startup KOMPIS, untuk mengolah sampah organik yang menjadi sisa produksi. Hal ini, menurut Richard, karena Re.juve memahami bahwa permasalahan sampah bukan hanya sampah plastik tetapi juga sampah organik. 

Sebagai produk yang menggunakan buah dan sayuran segar, Re.juve juga tidak menampik, bahwa dalam produksi hariannya ada volume sampah organik yang cukup besar yang dihasilkan. Untuk itulah sejak Februari 2020 yang lalu, Re.juve bekerja sama dengan KOMPIS, untuk mengolah sampah buah dan sayuran sisa produksi menjadi maggot pakan ternak bernilai tinggi. Meski setelah diolah sampah organik ini menjadi bernilai ekonomi, Re.juve memberikan sisa produksi tersebut secara cuma-cuma sebagai bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik tawaran dari Re.juve untuk terlibat dalam pengolahan sampah organik menjadi maggot. Dengan mengirimkan secara langsung sampah organik dari Central Production Facility (CPF) di Cikupa ke fasilitas pengolahan maggot di Ciater, Tangerang Selatan, Re.juve telah membantu meniadakan proses pemilahan sampah yang memakan biaya tinggi, serta turut memberdayakan hingga
tujuh warga sekitar untuk mengolah materi organik menjadi 50 kilogram maggot per hari dan mampu memberikan keuntungan kepada warga hingga Rp10.500.000,00 per bulan,” kata Emil Kaburuan, pendiri KOMPIS.

 
Potret suasana produksi Re.juve

Sementara itu, pada pilar #GoodforSociety, Re.juve berfokus pada hal-hal baik bagi masyarakat di sekitar. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui dukungan dana
dan produk bagi pembinaan atlet bulu tangkis di Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC),
serta pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik yang memiliki nilai ekonomi melalui
kerja sama dengan KOMPIS sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan.

"Sesuai dengan visi produk kami untuk menjadi brand with integrity, kami percaya pada suatu upaya holistik dan berkelanjutan dalam berbuat baik, tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi bumi dan masyarakat. Kami berharap Re.juve Cares dan diskusi pada hari ini dapat menginspirasi dalam upaya kita menuju gaya hidup berkelanjutan, yang dapat diterapkan tidak hanya sekarang di masa pandemi ini, tapi juga nantinya setelah kita benar-benar kembali ke situasi normal,” tutup Richard Anthony.

ALI

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Donasi Untuk Anak Terdampak Covid-19

Bulan Ramadan bulan kebaikan. PT Frisian Flag Indonesia selama bulan Ramadan tahun ini, melalui brand FRISIAN FLAG® PRIMAGRO® telah menyelenggarakan kampanye 1000 #LangkahKebaikanPrima ‘Pintarny... read more