10 Tips Terbaik Menemani Istri Melahirkan

 

Pixabay


Calon ayah, Ini yang perlu Anda persiapkan agar tak ada keraguan dan kepanikan saat temani istri bersalin.

1. Persiapkan diri sebelum mendampinginya. Bergabunglah dalam kelas persiapan persalinan untuk mempelajari berbagai hal, seperti tahapan kontraksi, situasi di ruang persalinan, rasa nyeri yang dialami istri saat persalinan, apa yang dapat Anda lakukan sesaat setelah bayi lahir, dan sebagainya.

2. Memahami rencana persalinan. Diskusikan dengan istri, persalinan apa yang ia inginkan? Mungkin ia merasa sangat percaya diri dan sanggup untuk melakukan persalinan normal. Atau ia lebih memilih sesar karena ia tak ingin persalinan yang menyakitkan. Pertimbangkan juga tentang biaya persalinan dan hal tak terduga, misalnya saat dokter mengharuskan istri melahirkan sesar karena sebab tertentu. Komunikasi yang baik dan sabar adalah kuncinya.

3. Cermat mengemas perlengkapan. Siapkan segala perlengkapan persalinan, seperti pembalut untuk setelah melahirkan, bra menyusui, tisu basah, pakaian bayi dan istri untuk di rumah sakit dan pulang. Anda perlu mengetahui bentuk semua benda itu, tempat penyimpanannya, dan kapan memberikannya.

4. Kenali jenis-jenis kontraksi. Ini merupakan salah satu seni menjadi ayah yang baik. Anda sebaiknya membiasakan diri dengan jenis, tanda, dan tahapan kontraksi dalam persalinan. Mengenal tahap dan jenis kontraksi sangat bermanfaat bagi Anda untuk membantu memutuskan kapan harus ke rumah sakit serta mengetahui apakah persalinan istri Anda mengalami kemajuan. Contohnya, jika semakin mendekati persalinan, frekuensi kontraksinya akan semakin sering.

5. Jangan check-in terlalu cepat. Terlalu lama di ruang observasi menunggu proses melahirkan tidak hanya membuat bosan tapi juga bisa menimbulkan kepanikan. Jika kontraksi ringan mulai terjadi saat Anda berdua masih ada di rumah, tak perlu panik. Cobalah untuk mengalihkan perhatiannya, seperti berjalan bersama atau membiarkan ia bersantai selagi mandi.

6. Komunikasikan dengan pasangan. Ketika Anda benar-benar merasa tidak yakin untuk berada di ruang persalinan, sebaiknya berikan istri pilihan untuk menentukan seseorang yang dapat menemani serta mendukung persalinannya. Menurut Helen O’Dell, Kepala Kebidanan di Brighton & Sussex University Hospitals NHS Trust, Brighton, Inggris, keraguan seorang suami sering membuat calon ibu lebih mengkhawatirkan suami daripada persalinannya sendiri. Sahabat terdekat, saudara, atau orangtua istri bisa menjadi pengganti kehadiran Anda. Kehadiran seseorang yang dapat memberikan dukungan selama persalinan akan membuat Anda lebih tenang dan percaya diri.

7. Jangan memotret tanpa izin. Sebelumnya, diskusikan dengan istri, apakah ia ingin difoto atau direkam? Kalau ya, kapan ia menginginkannya? Mungkin ia lebih suka jika Anda menunggu sampai keringatnya dibasuh atau setelah ia mengenakan sedikit make-up. Harap ingat, wanita selalu ingin tampil cantik dalam setiap kesempatan.

8. Si bayi tidak terlihat menggemaskan. Jangan percaya dengan adegan melahirkan yang sering Anda lihat di film –proses melahirkan yang begitu mudah dan bayi langsung terlihat lucu dan menggemaskan– karena kenyataannya tidak seindah itu. Jangan kaget ketika rupa bayi tak seperti yang Anda bayangkan. Karena bayi memang akan berlumur darah dan tertutup lapisan berwarna putih sebagai pelindung kulit bayi ketika di dalam rahim.

9. Saatnya menggendong bayi. Sementara istri Anda sedang bersih-bersih atau diperiksa, Anda juga akan diminta untuk menggendong buah hati Anda. Ini kesempatan emas untuk mulai membangun bonding. Dekaplah si kecil dengan lembut dan penuh kasih sayang.

10. Sebarkan berita baik ini. Saatnya mengabarkan berita ini kepada keluarga, kerabat, dan teman-teman. Sampaikan informasi dengan singkat, berisi kondisi istri Anda, jenis kelamin serta berat badan bayi, dan juga ekspresikan perasaan Anda.

(Tim Ayahbunda/SAN)

Baca Juga:
- 5 Hal Kecil, tapi Penting Dilakukan Saat Istri Hamil
- 7 Kekhawatiran Setiap Calon Ayah
- 7 Masalah Berat yang Bisa Menimpa Ayah dan Solusinya

 



Artikel Rekomendasi