Anda Bisa Jadi Ayah ASI Hebat!

 

 
123RF



 
Sebagai ayah baru, Anda harus mengetahui segala hal tentang menyusui sebagai bentuk dukungan Anda terhadap istri. Berikut beberapa cara menjadi ayah ASI hebat:

1. Saat istri hamil
Temani istri melakukan persiapan menyusui sejak masa hamil dengan cara:
- Ikut kelas menyusui. Beberapa rumah sakit menyediakan klinik laktasi. Anda dapat berkonsultasi dan belajar tentang ASI di sini.
- Baca buku menyusui. Mulailah membaca buku tentang tata cara menyusui, manfaat, dan pentingnya menyusui. Dapatkan juga informasi dari internet untuk memperluas wawasan Anda tentang ASI.

2. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Selain penting untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI, IMD juga bermanfaat untuk bonding ibu dengan bayi serta merangsang refleks isap bayi dengan proses menyusui. Ini yang perlu Anda lakukan begitu bayi lahir:
- Mintalah pada dokter agar istri Anda bisa melakukan IMD dan skin-to-skin contact dengan bayi.
- Beritahu pihak rumah sakit bahwa Anda ingin rawat gabung, bayi ditaruh sekamar dengan ibunya selama 24 jam agar proses menyusui lebih mudah dan lebih dekat dengan bayi.
- Semangati istri untuk melakukan IMD. Dukungan dari Anda penting artinya bagi istri agar sukses menyusui.

3. Saat menyusui di rumah
Buah hati Anda berhak mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Selama istri memberikan ASI eksklusif, Anda bisa membantunya dengan:
- Menyediakan minum dan camilan dalam jangkauan istri sehingga ia bisa minum dan makan kapan pun ia merasa haus dan lapar.
- Bantu istri meringankan bebannya dengan mengambil alih tugasnya memandikan bayi, mengganti popok, atau memakaikan baju.
- Berikan pujian pada istri dan pijatan saat ia merasa pegal setelah menyusui agar ia merasa relaks. Jika perlu berikan surprise hadiah yang bisa membuatnya bahagia, misalnya voucher perawatan diri ke salon.

4. Sebulan sebelum istri kembali bekerja
Sebentar lagi istri Anda kembali bekerja. Waktunya untuk menyetok ASI. Bantu istri dengan:
- Memberikan ASI untuk buah hati menggunakan feeder cup.
- Menemani istri belajar memerah ASI, bisa dengan tangan atau breast pump.
- Ketahui tata cara menyimpan ASI perah (ASIP) yang baik dan benar.
- Sediakan freezer untuk tempat menyimpan ASIP. Jika freezer kulkas Anda tidak cukup, Anda bisa menyewa freezer. Sediakan pula botol khusus untuk wadah ASIP.
- Belikan cooler bag –tas dengan lapisan tahan air dan dapat menjaga suhu untuk membawa ASIP pulang ke rumah saat ia nanti memerah ASI di kantor.

5. Sebulan setelah istri bekerja
Istri Anda sudah bekerja kembali di kantor. Kesibukan bekerja bisa jadi berdampak pada menurunnya produksi ASI. Anda bisa membantunya dengan:
- Selalu semangati istri untuk tetap rajin menyusui bayi. Frekuensi menyusui dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi.
- Beri istri pijatan mesra yang membuatnya nyaman sehingga rasa lelahnya akibat bekerja seharian bisa berkurang.
- Hindarkan memberikan bayi susu formula untuk menyiasati menurunnya produksi ASI.
- Jika perlu, temani istri untuk konsultasi ke ahli laktasi mengenai hal ini.

6. 6 bulan sesudah ASI eksklusif
Setelah usia bayi di atas 6 bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) sudah saatnya dikenalkan. Ini yang sebaiknya Anda ketahui:
- Cari tahu sumber makanan apa saja yang dianjurkan untuk diberikan untuk buah hati.
- Pelajari juga tahapan memberikan MPASI untuk bayi Anda, mulai dari makanan yang lunak hingga biskuit untuk bayi.
- Baca buku atau browsing di internet tentang cara mengolah MPASI untuk bayi.
- Cobalah membuat MPASI dari resep yang Anda baca dan suapi buah hati. Biarkan istri Anda istirahat.

7. Masa menyapih
Anak sudah berumur 2 tahun. Sudah waktunya ia disapih. Anda bisa membantu istri menyapih anak dengan cara berikut:
- Bersama istri, bulatkan tekad untuk mengurangi frekuensi menyusui secara bertahap. Sebagai gantinya, tambah pemberian MPASI untuk anak.
- Berikan penjelasan sederhana pada anak mengapa ia harus disapih, misalnya karena sudah besar dan tidak perlu lagi menyusu pada bunda.
- Bantu istri mengalihkan perhatian anak dan menghiburnya saat ia rewel minta ASI.
- Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur.

8. Second honeymoon
Tidak terasa, anak sudah besar kini. Aktivitas Anda dan istri mulai terasa rutin dan membosankan? Atau Anda berdua berniat menambah momongan? Tak ada salahnya mengajak istri untuk bulan madu kedua. Ini tips buat Anda:
- Diskusikan dengan istri mengenai waktu dan tempat untuk second honeymoon. Sesuaikan juga dengan bujet yang tersedia.
- Titipkan anak di tempat yang aman dan terpercaya, seperti rumah orang tua atau mertua.
- Tetapkan kegiatan yang akan Anda berdua lakukan saat liburan bulan madu kedua ini. Rencanakan perjalanan yang santai namun romantis bersama pasangan.
- Jika perlu, cek jadwal menstruasi istri agar tidak menganggu kemesraan suasana bulan madu Anda.

(SAN/FAR)

Baca Juga:
10 Langkah Sukses jadi Ayah ASI
Ayah, Pendukung ASI Bunda
Menyusui Ala Ayah ASI

 



Artikel Rekomendasi