6 Drama Saat Si Kecil Bermain di Playground

 



Bermain merupakan salah satu media bagi anak untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan anak–anak seusianya. Selain di rumah, anak bisa bermain di taman/lapangan dekat rumah atau playground yang disediakan di mol. Namun, bermain di tempat lain kadang tak selalu senyaman seperti di rumah.  Contohnya berikut ini:
 
 
Anak ditegur orang tua lain
Entah apa alasannya, anak Anda ditegur oleh orang tua lain. Jika teguran yang diterima anak masih terbilang sopan, tak perlu menanggapinya berlebihan, ya, Bunda. Ucapkan saja terima kasih lalu pindahkan anak Anda   ke sudut bermain yang lain.
 
Bill Corbett, pelatih perilaku dan penulis Love, Limits & Lessons: A Parent’s Guide to Raising Cooperative Kids menganjurkan, agar Anda segera mengalihkan perhatian si kecil ke aktivitas lain. "Gunakan kesempatan ini untuk memberi contoh kepada si kecil cara untuk menangani suatu konflik," kata Corbett.
 
Anak dikasari anak lain
Di sana anak akan bertemu anak-anak lain dengan usia dan karakter yang berbeda. Dan ada kemungkinan, pertengkaran antaranak terjadi, entah itu dengan anak Anda, atau yang lainnya. Apabila si kecil terjebak dalam perselisihan dengan anak lain, Anda tenang saja dan amati keadaan. Selama semuanya terkendali dan tidak mengancam keselamatan si kecil, tak perlu panik.  
 
Usai bermain, ajak anak mengobrol perihal perselisihan tersebut: bagaimana perasaannya, apa pendapatnya tentang ‘lawannya’, apa yang akan ia lakukan saat itu. Ajarkan si kecil untuk membela dirinya bukan secara fisik, seperti memukul atau menendang, melainkan verbal. Misalnya, “Aku enggak suka kalau kamu jahat sama aku!” atau “Saya yang pertama kali memainkannya. Kalau kamu mau, seharusnya kamu tunggu atau minta baik-baik.” Lalu ajar anak untuk tidak memperpanjang masalah dan meninggalkan temannya.
 
Jika anak Anda mengganggu anak lain
Melihat si kecil aktif menikmati waktu bermainnya tentu membuat orang tua senang, namun bagaimana jika sikap aktif si kecil malah membuat anak lain terganggu? Setiap anak memiliki cara yang unik dalam menyalurkan emosinya, dan saat si kecil sedang semangat bermain mungkin ia tidak waspada dengan orang-orang disekitarnya. Jangan ragu untuk segera meminta maaf kepada si anak dan orang tuanya. Kebanyakan orang tua akan mengerti bahwa pertengkaran sesama anak-anak pasti akan terjadi. Kemudian, bawa si kecil keluar arena bermain sebentar untuk menenangkannya dan berikan penjelasan bahwa perilakunya salah dan minta ia tak mengulanginya lagi.
 
Anak tak mau berbagi
Tantangan lainnya adalah jika arena playgroud dan jumlah mainan terbatas. Ini memungkinkan beberapa anak ingin memainkan mainan yang sama. Kebetulan anak Anda belum memahami konsep berbagi. Alhasih rebutan mainan pun terjadi. Hampiri si kecil dan ajak diskusi sebentar. Katakan, bahwa semua mainan di sana milik bersama dan jika ingin memainkannya harus bergantian.
 
Orang tua lain memarahi Anda
Terkadang, konflik tidak hanya terjadi antaranak, tapi juga para orang tua.  Jika ada orang tua lain yang menghampiri Anda karena tak suka dengan sikap anak Anda di arena bermain, cobalah untuk tetap bersikap tenang dan rendah hati. Jangan melawan balik responnya yang berlebihan dan dengarkan alasan yang membuat mereka marah. Usahakan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, dan bawa si kecil ke area playground lainnya.
 
Jika anak lain tak mau main dengan anak Anda
Sebagai orang tua pasti sedih bila melihat anaknya dikucilkan anak lain. Jika buah hati Anda terlihat nyaman bermain sendiri, biarkan saja. Namun apabila ia terlihat sedih, alihkan perhatiannya dengan menawarkan aktivitas lain. Jangan terlalu cemas, terkadang anak-anak cukup tangguh menghadapi masalah dan cepat mengatasi perasaannya. (Debby)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Aduh, Nakalnya!

Balita sering pulang dengan menangis, mengaku dinakali temannya. Apa yang harus Anda perbuat?... read more