Anak Harus Bisa Berlari, Ada Alasannya

 

foto; shutterstock


Berapa kali sehari Anda mengingatkan anak untuk tidak usah berlari. Jalan saja biasa. Betul Bunda? Berlari adalah keterampilan baru balita Anda setelah dia bisa berjalan. Ini tahapan kemampuan anak usia 2 sampai 3 tahun:
 
  • Usia 18 bulan;  umumnya anak sudah bisa berjalan.
  • Usia 24 bulan; balita sudah dapat berlari dalam satu garis lurus
  • Usia 30 bulan; balita sudah mahir berlari
 
Berlari adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh anak Anda. Berlari adalah aktivitas fisik yang mengandalkan keseimbangan dan kekuatan batang tubuh dan kekuatan otot kaki ketika anak melangkah dengan cara mengangkat tubuh melawan gravitasi.
 
Ini alasannya mengapa anak harus didorong untuk berlari:
 


Anak harus bugar. Sama seperti orang dewasa, anak harus bugar. Bugar berarti memiliki energi untuk melakukan banyak hal tanpa merasa cepat lelah. Hampir sebagian besar permainan anak-anak mengandalkan ketrampilan berlari.
 

Survive, atau bertahan. Keterampilan berlari penting dimiliki anak kelak untuk mempertahankan diri dari bahaya tertentu seperti kebakaran, dikejar binatang, atau menyelamatkan diri dari orang jahat.
 

Agar percaya diri. Anak aktif lebih disukai teman. Anak yang aktif secara fisik selalu siap diajak melakukan berbagai aktifitas. Disukai teman dan diajak bermain oleh teman, merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan untuk anak. Rasa percaya diri anak tumbuh dengan baik.
 

Merangsang napsu makan. Anak aktif umumnya tidak sulit makan. Banyak bergerak akan menguras energi. Anak-anak cenderung lebih mudah makan bila perutnya lapar. Perut lapar adalah sinyal perlunya asupan energi.
 

Melancarkan peredaran darah, menguatkan otot paru dan jantung. Anak akan bernapas dengan lebih baik.
 
Bantuan orang tua yang diperlukan agar anak senang berlari:
 
  • Tidak melarang anak untuk berlari-larian.  Larangan berarti hambatan. Daripada melarang, ajak anak berlarian di halaman rumput. Jatuh di rumput tidak akan membuat anak luka.
  • Pilihkan tempat aman untuk anak berlari. Lapangan atau halaman berumput sangat ideal untuk berlari. Tapi pastikan juga tidak terdapat benda tajam di tempat anak akan berlari.
  • Sediakan alas kaki yang nyaman. Sepatu yang ergonomis serta bahan yang lembut akan membantu anak belajar berlari dengan nyaman.
  • Temani anak berlari. Bunda dan ayah jangan hanya jadi penonton. Ikutlah berlari bersama anak, supaya anak gembira sekaligus Anda menjaganya dari dekat.
  • Jangan kenalkan balita dengan gadget terlalu dini. Bunda dan ayah, bijaklah menggunakan gadget. Anak makan tidak perlu gadget. Anak akan tidur tidak perlu gadget. Perbanyak interaksi Anda dengan anak, supaya anak tertarik melakukan aktifitas fisik bersama bunda dan ayah.
  • Jadikan berlari sebagai olah raga rutin,  sedikitnya 10 menit sehari. Anak-anak biasanya lebih kuat dari Anda, bunda dan ayahnya. Bila anak merasa kurang hanya berlari selama 10 menit, biarkan saja jangan dipaksa berhenti hanya karena Anda lelah.
 
Ide permainan aktif agar anak berlari dan melompat
 
  • Bola sabun. Ajak anak ke lapangan berumput sambil membawa cairan sabun. Tiup cairan sabun, minta anak mengejar dan melompat untuk memecahkan balon sabun.
  • Bola sepak. Sediakan bola berdiameter 30 cm. Ajarkan anak menendang bola, kemudian berlari mengejar bola dan menendang lagi. Biarkan anak melakukannya berulang kali.
  • Memindahkan benda. Siapkan benda berwarna seperti bola plastik beberapa buah. Letakkan bola di satu tempat, lalu minta anak memindahkannya ke lokasi di depannya dengan jarak agak jauh agar anak berlari. Lakukan sampai bola habis dipindahkan.
 
Sebuah riset menyebut, segala kegiatan yang dipelajari sejak kecil dengan cara yang menyenangkan, akan bertahan hingga anak dewasa. Mengajak anak aktif bergerak dengan berlari akan membuatnya kelak – kapan pun itu – mengulangi lagi kesenangan itu karena ia betul-betul membutuhkan melakukannya untuk alasan kesehatan.
 
“Tubuh manusia dirancang untuk bergerak,” ujar Shari Barkin, MD, dokter anak dari Nashville. Yuk bunda dan ayah, jangan lagi ada kalimat “Jangan lari-lari nanti jatuh!” (IR)
 

 

 



Artikel Rekomendasi