Gerakan Mengunyah, Cegah Gigi Anak Tumbuh Berantakan

 


Kesehatan gigi anak adalah salah satu hal yang wajib menjadi perhatian para orang tua. Terutama bagi anak yang masih dalam proses pertumbuhan. Gigi yang bermasalah tak hanya membuat anak menjadi tidak nyaman, tetapi juga dapat mengurangi selera makan mereka dan berisiko menghambat asupan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Selain gigi berlubang, gigi berantakan juga menjadi gangguan kesehatan gigi yang sering dikeluhkan oleh para orang tua. Pasalnya, banyak orang tua yang mengaku gigi susu si kecil yang tadinya rapih menjadi berantakan setelah berganti dengan gigi permanen.

Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Pengurus Daerah DKI Jakarta, Dr. Eva Fauziah, drg, Sp.KGA(K), menjelaskan bahwa, gigi susu dan gigi permanen memiliki ukurannya berbeda. gigi permanen umumnya memiliki ukuran dua kali lebih besar dibanding  gigi susu.
“Faktor penyebab gigi anak berantakan adalah adanya diskrepansi antara rahang dan gigi, yang biasanya terjadi karena faktor genetik contohnya, percampuran ras antara batak yang umumnya memiliki rahang yang besar dan jawa yang umumnya memiliki rahang yang kecil. Selain itu, kebiasaan buruk dari anak saat proses tumbuh kembang juga dapat memicu proporsi yang tidak normal antara rahang dan giginya,” tambahnya.

Tak hanya mengganggu kesehatan anak, gigi yang berantakan juga dapat menurunkan rasa percaya diri karena berpengaruh pada penampilan mereka. Untuk itu dr. Eva menyarankan para orang tua agar memberikan stimulasi yang tepat pada anak, dengan mengenalkan mereka beragam tekstur makanan mulai dari lunak, sedikit kasar hingga kasar.

 

“Anak harus rajin mengunyah, agar otot-otot di sekitar mulutnya bisa berkembang. Jika anak malas mengunyah rahangnya  tidak berkembang dan menjadi sempit,” kata dr. Eva.

Dr. Eva juga mengatakan bahwa pemilihan makanan bayi dan balita sangatlah berpengaruh dalam proses mengunyah. Ia setuju jika beberapa produk makanan anak zaman sekarang mendukung kebiasaan buruk malas mengunyah, dengan menyajikan makanan cepat saji bertekstur lembut. Selain itu, kebiasaan memberi makan anak dengan cara menyuwir-nyuwir daging juga wajib dihindari.

Biasanya dengan alasan agar anak cepat makan atau makannya banyak, orang tua lebih memilih untuk memberikan makanan bertekstur halus seperti, tim atau jus. Menunda fase makan makanan kasar seperti ini berisiko menyebabkan otot-otot di sekitar mulut anak menjadi tidak seimbang.



Baca juga:
Fakta gigi bayi yang perlu Bunda ketahui
6 langkah merawat Si gigi susu
5 trik cegah gigi anak rusak dan berlubang


Debbyani Nurinda

 



Artikel Rekomendasi