Gerakan Olahraga Balita Anda

 

Sejalan meningkatnya pertumbuhan dan kekuatan tubuh serta kemampuan berkomunikasi, anak jelang usia 5 tahun biasanya sudah lebih mampu menguasai dan mengendalikan gerak tubuhnya.
Ia juga mulai bisa menerima dan lebih oke dalam mencerna instruksi. Ada tapinya nih. Bentuk instruksi harus tetap sederhana. Lalu, rentang konsentrasinya lumayan meningkat, hingga sekitar 5-10 menit.

Setelah melihat proses perkembangan kemampuan balita, barulah Anda bisa menentukan kira-kira jenis olahraga yang paling cocok untuknya. Tentu saja, ada rambu-rambu yang masih perlu ditaati

Sebenarnya, tujuan berolahraga pada balita adalah merangsang perkembangan fisik dan kemampuan psikisnya secara menyeluruh. Intinya, anak bergerak, namun sekaligus jadi senang dan ceria. Jadi, usia ini baru merupakan tahap persiapan bagi anak untuk melakukan gerakan-gerakan dasar dari jenis olahraga yang sesungguhnya. Biasanya, anak baru piawai melakukannya dengan benar di usia 6 tahun ke atas.

Makanya, bentuk olahraga yang paling pas untuk balita adalah latihan gerak yang sesuai tahap kemampuannya serta dilakukan sambil bermain. Kalau belum apa-apa, balita sudah dijejali dengan seabrek peraturan yang kaku atau gerakannya sulit sampai ia frustasi, bisa-bisa aktivitas ini langsung dicoret dari daftar rutinitasnya. Jadi, jangan minta anak untuk memukul bola kasti, misalnya, bila koordinasi antara gerak mata dan anggota tubuh lainnya belum kompak.

Untuk mudahnya, ajak balita berolah tubuh melalui tahapan berikut:
  • Mulailah dari variasi gerak berjalan, seperti berjalan melingkar mengikuti irama lagu.
  • Lanjutkan dengan variasi gerakan melompat. Misalnya, melompat hadap ke kiri, lalu hadap ke kanan.
  • Setelah itu, barulah latih keseimbangan tubuh anak. Caranya, variasi gerak dari duduk lalu berdiri, berdiri dengan satu kaki dan tangan terentang, berjalan sambil berjinjit, atau telentang di lantai lalu berguling ke kiri dan kanan.
Sebagai catatan, bergerak sambil meniru flora atau fauna yang ada di alam sekitar, seperti pohon bergoyang diterpa angin, kepiting berjalan, atau bangau berdiri, biasanya jadi gerakan favorit balita. Meski begitu, melompat seolah-olah ingin mengambil awan di langit, merangkak seperti kereta api masuk terowongan, memasukkan bola-bola kecil ke dalam keranjang, atau berlari sambil memindahkan bola juga sangat menarik minatnya.

Pada umur 5 tahun, biasanya anak mulai senang bermain lempar dan tangkap bola dengan teman, menendang bola ke arah gawang, serta bermain sepeda. Bahkan, beberapa anak usia ini punya keterampilan motorik serta keseimbangan yang sangat baik. Banyak pula yang jago sepatu roda atau berenang.

Bagaimanapun, proses perkembangan anak sangat bergantung pada faktor genetik plus rangsangan dari lingkungannya. Jadi, tak ada gunanya menetapkan target tertentu, apalagi sampai mengharapkan prestasi gemilang dari balita Anda. Juga, jangan sekali-kali membanding-bandingkan kemampuan anak dengan balita lain. Setiap anak itu unik. Biarkan ia terus mengejutkan Anda begitu mahir menguasai keterampilan tertentu

 



Artikel Rekomendasi