Jika Balita Tak Suka Susu

 


“Aku enggak mau minum susu!”
“Kenapa aku harus minum susu?”

 
Kita semua tahu bahwa kalsium sangat baik bagi pertumbuhan tulang dan gigi, dan sumber kalsium yang tinggi terdapat pada susu. Tapi bagi beberapa orang tua, memberikan susu pada balitanya jadi tantangan tersendiri karena buah hatinya tidak suka susu! 
 
Ada 5 hal yang perlu orang tua ketahui mengenai susu, kalsium, dan bagaimana mendukung pertumbuhan tulang anak. Pediatri asal Amerika Serikat David Shafran, MD., menjelaskannya sebagai berikut:
 


Anak perlu kalsium!
 
“Kalsium sangat penting bagi pertumbuhan tulang, terutama ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan di antara usia 9-18 tahun,” kata dr. Shafran. “Saat usia anak mencapai 20 tahun, pertumbuhan massa tulangnya sudah mencapai puncaknya. Semakin kuat tulang mereka, maka semakin rendah juga risiko osteoporosis di masa mendatang.”
 
Berikut ini kalsium yang dibutuhkan anak setiap harinya menurut National Institutes of Health:

- Di bawah 6 bulan: 200 mg
- 6-12 bulan: 260 mg
- 1-3 tahun: 700 mg
- 4-8 tahun: 1.000 mg
- 9-18 tahun: 1.300 mg
 
Usai masa pubertas, asupan kalsium yang dikonsumsi anak hanya berguna untuk mempertahankan kekuatan tulang, bukan lagi meningkatkan pertumbuhan.

 
"Kalsium yang dibutuhkan orang dewasa setiap hari 1.000-1.300 mg,
tetapi ini hanya untuk membantu memperbaiki tulang yang rusak selama hidup."

 
Susu dan produk olahannya
 
Sumber kalsium terbaik berasal dari susu dan produk olahannya. “Susu, yogurt, keju, dan produk olahan susu lainnya merupakan cara terbaik dan termudah dalam mengkonsumsi kalsium,” kata dr. Shafran.
 
1 cangkir (8 ounze atau sekitar 236,56 ml)* susu mengandung sekitar 300 mg kalsium. Jadi 1-2 cangkir susu per hari cukup mendekati asupan harian yang dibutuhkan balita Anda. “Jika Anda menggantinya dengan susu cokelat atau es krim, boleh juga.”
 
*
American Standard, 1 ounze (oz) = 29,57 ml
 

Kalsium dari sumber lain

Susu bebas laktosa, termasuk soy milk dan rice milk, juga merupakan sumber kalsium yang baik bagi anak yang lactose-intolerant. Makanan dan minuman yang juga memiliki manfaat seperti susu dalam membangun tulang adalah sayuran hijau dan orange juice yang terfortifikasi kalsium. Selain itu masih banyak lagi, yakni:

- Yogurt, plain, rendah lemak (8 oz): 415 mg

- Keju mozarella (1,5 oz): 333 mg
- Yogurt, topping buah, rendah lemak (8 oz): 313-384 mg
- Keju cheddar (1,5 oz): 307 mg
- Susu, renda lemak (8 oz): 299 mg
- Susu kedelai, kalsium fortifikasi (8 oz): 299 mg
- Susu, 2% gula (8 oz): 293 mg
- Susu (8 oz): 276 mg
- Jus jeruk, kalsium fortifikasi (6 oz): 261 mg
- Salmon (3 oz): 181 mg
- Sereal, kalsium fortifikasi (1 cangkir): 100-1.000 mg
- Es krim, vanilla (1/2 cangkir): 84 mg
- Roti putih (1 lembar) 73 mg
- Brokoli (1/2 cangkir): 21 mg
 

Suplemen kalsium tidak perlu
 
“terlalu dini jika anak-anak direkomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium, karena ada banyak makanan yang terfortifikasi kalsium yang bisa dikonsumsi,” jelas dr. Shafran.
 
Hal yang sama juga berlaku pada vitamin D –nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap kalsium. Anak-anak juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan dan minuman yang terfortifikasi vitamin D –atau bisa juga melalui paparan sinar matahari.
 
“Paparan sinar matahari yang baik adalah 2-3 kali per minggu dengan durasi masing-masing 5- 10 menit –optimal dilakukan pada pukul 10.00 dan 15.00. Ini setara dengan 3.000 IU vitamin D,” terang dr. Shafran.
 

 
Anak-anak di bawah 1 tahun butuh 400 IU vitamin D per hari
Anak yang lebih tua setidaknya 600 IU vitamin D

 
Aktivitas fisik

Diet bukanlah satu-satunya faktor pendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang. Dr. Shafran menegaskan, aktivitas fisik seperti latihan beban –terutama latihan yang terfokus pada otot dan tulang- sangatlah penting. Latihan beban yang dimaksud adalah: Angkat berat, berjalan, berlari, melompat, memanjat, dan menari (semuanya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak).
 
Menurut National Institutes of Health, anak-anak dan remaja harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit tiap hari dan melakukan latihan beban tiga kali per minggu.
 
Jadi, jika anak Anda tak suka atau tak mau minum susu, jangan khawatir. Mereka tetap bisa mendapatkan kalsium dari sumber lain dan menguatkan tulang melalui latihan fisik. Selain itu, perluas wawasan anak mengenai kebiasaan baik yang mendukung kesehatan tulang untuk membangun masa depan mereka yang gemilang. (ES)

 



Artikel Rekomendasi