Peran Vital Mineral bagi Balita

 

Sebagai salah satu zat gizi esensial, mineral mempengaruhi tumbuh kembang dan menjaga kesehatan balita.

Tanpa mineral, maka karbohidrat, protein, vitamin dan teman-temannya nyaris tanpa guna. Dari mana saja sumber mineral yang bermutu tinggi?

Kecil tapi penting. Seperti halnya vitamin, mineral diperlukan untuk menjalankan proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita. Juga, diperlukan untuk menjaga kesehatannya, termasuk membentuk tulang yang kuat, memproduksi hormon dan mempertahankan denyut jantung.

Sebenarnya, tubuh tidak butuh mineral dalam jumlah banyak, yakni kurang dari 100 mg per hari, tapi kebutuhan itu harus ada setiap harinya. Dari sekian banyak zat mineral yang penting untuk anak, yuk, kita bahas beberapa di antaranya.

Kalsium (Ca)
  • Manfaat: untuk pertumbuhan tulang, gigi dan mencegah anak menderita kerapuhan tulang (osteoporosis) saat dewasa nanti. Selain itu, kalsium juga berperan dalam mengatur pembekuan darah dan kontraksi otot.
  • Sumber: susu dan produk olahannya seperti keju, mentega, yoghurt dan es krim. Selain itu, juga ada pada tempe, tahu dan produk olahan kedelai, serta ikan salmon.
  • Kebutuhan: bayi memerlukan 300-400 mg kalsium per hari, sedangkan anak usia balita memerlukan sekitar 500 mg atau setara dengan 2-3 gelas susu per hari.
Zat Besi (Fe)
  • Manfaat: membantu pembentukan hemoglobin (zat warna dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh), penting untuk pembentukan energi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebenarnya bayi lahir dengan persediaan zat besi alami yang membantu dalam proses tumbuh kembangnya. Tetapi, setelah berusia 6 bulan, persediaan ini mulai berkurang.
  • Sumber: hati, daging sapi, kuning telur, buah-buahan, dan roti.
  • Kebutuhan: bayi memerlukan sekitar 3-5 mg zat besi per hari, sedangkan balita sekitar 8-9 mg per hari.
Seng (Zn)
  • Manfaat: membantu proses pembentukan sel, dan membantu otak menghantarkan informasi genetik dalam sel. Seng juga bermanfaat dalam proses pertumbuhan, penyembuhan luka, dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Sumber: terkandung dalam bahan makanan tiram, daging sapi, hati, kacang-kacangan.
  • Kebutuhan: bayi memerlukan 3-5 mg seng per hari, dan anak balita memerlukan sekitar 8-10 mg per hari.
Yodium (I)
  • Manfaat: diperlukan untuk pembentukan hormon tiroksin yang diproduksi kelenjar tiroid. Hormon tiroksin dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, mengatur suhu tubuh, reproduksi, fungsi otot dan saraf. Selain itu, yodium juga berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pembentukan protein.
  • Sumber: yang utama ada pada makanan yang berasal dari laut, seperti udang, ikan, tiram, juga garam beryodium.
  • Kebutuhan: bayi sampai balita memerlukan sekitar 50-90 mcg (mikrogram) per hari
Magnesium (Mg)
  • Manfaat: berperanan penting dalam proses metabolisme energi. Selain itu magnesium berperan dalam transmisi saraf, termasuk di dalamnya mengatur fungsi vital tubuh seperti detak jantung, relaksasi otot, dan mencegah pembekuan darah. Di dalam tubuh, magnesium bekerja sama dengan kalsium dalam pembentukan tulang dan gigi.
  • Sumber: kacang-kacangan, avokad, buncis, daging, susu dan cokelat.
  • Kebutuhan: bayi membutuhkan sekitar 55 mg per hari, sedangkan balita sekitar 75-100 mg per hari.
Potasium/kalium (K)
  • Manfaat: antara lain untuk kontraksi otot, mengatur detak jantung, penghasil energi, serta sebagai bahan pembentuk materi genetik dan protein. Selain itu, potasium juga berfungsi mengatur keseimbangan muatan listrik dalam cairan tubuh yang bertugas menghantarkan rangsang dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain.
  • Sumber: terutama ada pada pisang, avokad, serta sayuran dan serealia.
  • Kebutuhan: bayi memerlukan sekitar 500-700 mg per hari, sedangkan balita 400-1000 mg per hari.
Selenium (Se)
  • Manfaat: seperti vitamin C, E dan beta karoten, selenium juga berfungsi sebagai anti-oksidan. Sangat diperlukan dalam pembentukan enzim glutation peroksidase yang dikenal sebagai enzim yang ampuh untuk anti-oksidan. Selenium juga berfungsi mencegah kanker dan penyakit jantung koroner serta meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal penyakit.
  • Sumber: yang terbaik ada pada makanan hewani, termasuk ikan dan daging sapi, serta whole grain (biji-bijian).
  • Kebutuhan: bayi memerlukan 15-20 mcg (mikrogram) per hari, sedangkan balita 20 -30 mcg per hari.
Mangan (Mn)
  • Manfaat: sebagai zat penghantar dalam proses metabolisme karbohidrat dan lemak. Juga, berperan dalam pembentukan jaringan ikat dan tulang.
  • Sumber: gandum, buah-buahan seperti nanas, manisan buah, kacang-kacangan, padi-padian, bayam, dan kentang.
  • Kebutuhan: bayi membutuhkan sekitar 0,6 mg per hari, sedangkan balita sekitar 1,2-1,5 mg per hari.
Fosfor (P)
  • Manfaat: bersama-sama kalsium berfungsi dalam mencegah pengapuran tulang dan gigi. Selain itu, juga berfungsi mengatur pengalihan energi dalam metabolisme, dan mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh.
  • Sumber: daging sapi, ikan dan unggas, telur, keju, susu, dan kacang-kacangan.
  • Kebutuhan: bayi membutuhkan sekitar 200-250 mg per hari, sedangkan balita sekitar 250-400 mg per hari.
 

 



Artikel Rekomendasi