Vaksin Pneumokokus Hadang Pneumonia

 

Vaksin pneumokokus menjadi andalan untuk memerangi pneumonia, salah satu dari penyakit IPD (Invasive Pneumococcal Desease) yang sangat berbahaya bagi bayi. Bagaimana vaksin pneumokokus bekerja?

Manfaat jangka panjang. Khusus bagi bayi dan anak terdiri dari 7 serotipe S. pneumoniae  sebagai penyebab 80% terjadinya IPD pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun yang mempunyai kekebalan tubuh belum sempurna. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi lengkap dapat bertahan jangka panjang, karena vaksin ini bisa merangsang pembentukan sel memori di dalam tubuh anak.

Keampuan. Studi klinis di California Utara, AS,  menunjukkan, vaksin pneumococus memiliki tingkat keampuhan 99% efektif mencegah IPD pada bayi yang telah diimunisasi penuh (4 dosis), dan 89% efektif mencegah semua kasus IPD pada anak yang telah mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Studi yang sama menunjukkan jumlah bayi penderita IPD berkurang 78% setelah diberi vaksinasi pneumokokus saat bayi berusia di bawah 2 tahun.

Vaksin wajib dan dianjurkan. Itu sebabnya, vaksin ini telah menjadi vaksin wajib di AS, Australia, Eropa dan Meksiko, dan telah diluncurkan di beberapa negara Asia antara lain di Singapura, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Philipina, Pakistan, India, Thailand dan Indonesia.

Di Indonesia. Meski pun di Indonesia vaksinasi IPD masih menjadi vaksinasi yang dianjurkan, berkonsultasilah dengan dokter spesialis anak mengenai manfaat dan jadwal pemberiannya, sesuai kondisi kesehatan anak Anda. Di beberapa rumah sakit di Indonesia, vaksin ini diberikan dengan biaya Rp. 800 ribu  hingga Rp. 1 juta  per sekali vaksinasi.

Reaksi dari vaksinasi. Reaksi umum yang ditimbulkan oleh vaksin pneumokokus sama seperti semua jenis vaksin. Berdasarkan studi klinis, reaksi yang ditimbulkan vaksin adalah demam ringan,  rush atau kemerahan pada kulit dan bayi rewel. 

Baca juga: Kiat Melindungi Anak dari Pneumonia

 

Artikel Rekomendasi