7 Langkah Hentikan Mimpi Buruk Si Kecil

 

Foto Freepik


Anak-anak -berapa pun usianya- pernah didera mimpi buruk.
 
Selama berbulan-bulan, Jane (7) mengalami mimpi buruk, hampir setiap malam. Dia bangun menjerit, lalu berlari ke kamar ibunya.
 
Apa yang biasanya ada di mimpi buruk anak? Dari mereka ada yang bermimpi tentang boneka yang menyeramkan -mengingatkan kita pada Chucky, ditinggalkan orang yang dicintainya, atau diculik. Parents Magazine mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi melalui pengalaman anak-anak ini.
 
Penasihat Orang tua Jodi Mindell, Ph.D., Direktur Asosiasi di Pusat Tidur The Children's Hospital of Philadelphia, mimpi buruk umum terjadi pada anak-anak berusia 6-10 tahun. Sementara anak prasekolah memiliki imajinasi yang aktif dan terkadang merasa khawatir dengan monster yang ada di bawah tempat tidurnya. Sedangkan anak-anak yang lebih besar lebih ketakutan pada apa yang mungkin terjadi dalam kehidupan nyata mereka seperti diculik atau ditembak, dan itu terealisasi dalam mimpi mereka. Studi para peneliti Belanda menemukan, 96% anak berusia 7-9 tahun dilaporkan mengalami mimpi buruk, sedangkan anak berusia 4-6 tahun 68%, dan anak berusia 10-12 tahun 76%. Hampir 70% dari anak-anak ini mengatakan, mimpi mereka berkisah tentang sesuatu yang mereka lihat di TV.
 
Selama tidur REM (rapid eye movement), banyak anak tidak terbangun. Namun, saat mimpi buruk datang (biasanya terjadi saat tidur REM), sebagian anak terpicu untuk tiba-tiba terbangun dan bangkit dari tidurnya karena tubuhnya merespon rasa takut. Psikolog Dawn Huebner, Ph.D. yang juga penulis buku What to Do When You Dread Your Bed mengatakan, ketika anak terbangun dengan perasaan takut, lebih sulit lagi baginya untuk kembali tidur sendirian.
 
Sumber stres apa pun hingga kegiatan yang membuat anak kelelahan dapat meningkatkan risiko mimpi buruk. Jadi, mimpi buruk pada anak sebenarnya sudah bisa diprediksi oleh orang tua.


 
Foto Freepik

Sekali-sekali itu normal, tapi jika berkali-kali…
 
Jika si kecil mengalami mimpi buruk sesekali, misalnya seminggu atau sebulan sekali, itu bagian dari perkembangan kecemasan yang normal. Tetapi, jika mimpi buruknya dialami lebih dari berhari-hari selama beberapa minggu, kemungkinan si kecil mengalami stres, penyebabnya dari rumah atau sekolah. Tugas Andalah untuk mencari tahu.
 
Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membantunya mengembangkan keterampilan yang ia butuhkan untuk tidur sendiri.
 
Jadilah pengertian
 
Jika anak memiliki mimpi buruk, katakan kepadanya, "Itu hanya mimpi, tidak nyata. Kamu tidur lagi, ya," kata Psikiater Robin Berman, M.D., penasihat Orang Tua dan penulis Permission to Parent.
 
Tenangkan si kecil

Meski Anda sudah mengatakan itu hanya mimpi, bagi mereka itu tampak sangat nyata. Tenangkan si kecil dan validasi perasaannya. Katakan, "Ya, Bunda bisa bayangkan, pasti mimpi kamu sangat menakutkan. Tetapi kamu lihat sendiri, kan, kalau tidak ada orang jahat di kamarmu."
 
Atur jam tidur anak
 
Kebanyakan, anak yang sering tidur terlalu larut yang cenderung memiliki mimpi buruk. Anak-anak usia sekolah butuh tidur setidaknya 10-11 jam. Pastikan mendekati jam tidur -bahkan di jam tidur itu sendiri- anak tidak melakukan aktivitas yang bisa mengganggu jam tidurnya. Salah satunya, menurut Dr. Huebner, bermain gadget. Barang elektronik -yang menghambat produksi hormon melatonin yang merangsang tidur- harus dimatikan setengah jam sebelum tidur.
 
Berlatih santai
 
Tubuh dan pikiran yang tenang lebih mudah membuat tubuh beristirahat dan tertidur. Selain berusaha tenang menjelang tidur, ajar anak melakukan meditasi ringan. Caranya dengan mengatur napas. Rasakan napas bergerak masuk melalui lubang hidung kanan dan keluar dari lubang hidung kiri. Napas berikutnya masuk melalui lubang hidung kiri dan keluar dari kanan. Lakukan bolak-balik, seolah-olah bernapas dalam lingkaran.
 
Peneliti di Universitas Tel Aviv pernah melakukan riset pada anak-anak Israel selama Perang Israel-Lebanon 2006. Mereka memberikan anak-anak boneka peluk Huggy Puppy. Anak-anak itu diberi tahu bahwa anjing itu akan melindungi mereka. Hasilnya, lebih sedikit dari anak-anak itu yang mengalami mimpi buruk dan gejala-gejala yang terkait stres diberi tahu bahwa mereka harus melindungi anak anjing atau bahwa anak anjing akan melindungi mereka.
 
Jangan hindari yang membuatnya takut
 
Alih-alih melindungi anak dari apa yang membuat ia takut, lebih baik bantu dia secara bertahap belajar mentolerir apa pun yang ia takuti. Intinya adalah, semakin dia memikirkan atau melihat hal yang membuatnya takut, semakin tidak menakutkan hal itu baginya. Huebner menyarankan agar Anda menjelaskan rasanya seperti mengunyah permen karet: Pada awalnya tekstur permen sangat kuat, tetapi jika terus dikunyah, tekstur menjadi lembut.
 
Setiap hari, habiskan 15 menit untuk fokus pada objek menakutkan pada mimpinya. Jika ia takut kepada anjing, Anda bisa membacakannya cerita tentang anjing yang baik seperti Hachiko.
 
Latih kembali otak si kecil
 
Setelah bermimpi buruk atau sebelum tidur, pastikan anak memikirkan sesuatu yang bahagia dan menyenangkan. Jangan sampai mimpi buruk selalu terngiang-ngiang di pikirannya. Bantu ia belajar membedakan antara fantasi dan kenyataan, dan mendekati masalah dengan cara yang lebih logis. Langkah selanjutnya adalah membicarakan mimpi buruknya dengan cara yang konyol. "Dengan merevisi mimpinya, besar kemungkinan mengurangi mimpi buruknya," kata Dr. Huebner. Misalnya, “Sebenarnya kamu mendorong penjahat yang mengejar kamu itu ke jurang penuh spageti. Tapi karena kamu keburu terbangun, kamu tak sempat melihatnya.”
 
Minta bantuan
 
Jika tidak satu pun dari strategi di atas bekerja setelah beberapa minggu atau mimpi buruk anak membuatnya takut di siang hari dan mengganggu kehidupan normalnya, minta bantuan dari ahli untuk mendapat terapi perilaku kognitif.
 
Terkadang, tidak ada solusi mudah untuk mimpi buruk. "Mimpi buruk sering muncul entah dari mana, tetapi juga bisa hilang entah dari mana," kata dr. Berman.
 
ESTER SONDANG

 

 



Artikel Rekomendasi