Anak Disleksia Dapat Membaca

 

shutterstock


Banyak anak disleksia dapat membaca, asalkan diajar dengan tepat. Cara mengajar yang tepat akan membantu anak untuk mengembangkan cara mengingat bunyi. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua saat anak dideteksi disleksia? Apa intervensi untuk anak disleksia?
 
“Karena terlambat bicara, Dimas menjalani terapi bicara. Itu dulu,” kata Ella, ibu dari Dimas (7). Setelah itu ia juga memasukkan Dimas pada kursus melukis yang sangat dia sukai.
 
 “Dimas jadi bisa mengekspresikan dirinya lewat gambar. Kecenderungan mengamuknya jadi berkurang. Tapi yang juga sangat penting adalah meningkatkan rasa percaya diri Dimas. Dengan bahasa sesederhana mungkin saya katakan padanya bahwa setiap orang punya otak yang berbeda. Kalau dia mengalami kesulitan membaca, itu bukan karena dia bodoh,” papar Ella, yang awalnya ingin agar Dimas mengikuti home schooling karena khawatir anaknya dibully di sekolah. Namun niat itu ia urungkan dan Dimas tetap menjalani pendidikannya di sekolah umum. Sejauh ini tidak ada masalah, karena Dimas masih kelas 1 SD.
 
Penyandang disleksia tidak dapat disembuhkan. Ia akan tetap membawanya sampai dewasa, dan perjuangan anak dalam membaca dan isu-isu lainnya dapat membuatnya frustrasi. Tetapi mereka tetap dapat memahami ide dan gagasan yang rumit, meski ia perlu tambahan waktu untuk mencerna. Untuk memproses informasi mereka perlu cara berbeda – selain membaca paragraf demi paragraf.
 
Tip Maksimalkan Perkembangan Anak menurut Anita Chandra, M.Psi, Psikolog Anak.
 
Untuk orang tua:


- Disarankan untuk melakukan pemeriksan ke ahli (psikolog dan dokter syaraf anak). Dari ahli baru akan disarankan terapi yang dibutuhkan oleh anak, misalnya terapi okupasi dengan metode Sensori Integrasi yang ditujukan untuk memperbaiki kemampuan perseptual atau persepsi individu, dan terapi remedial untuk belajar cara belajarnya.

- Terapi okupasi diberikan oleh ahli madya okupasi terapi, dan terapi remedial diberikan oleh sarjana pendidikan luar biasa.

- Perbanyak bermain yang bersifat multi sensorik dengan gerak, visual, auditory dan tactile atau peraba.

- Selalu apresiasi segala usaha anak, walau mungkin belum tepat. Berikan bantuan jika dibutuhkan.

- Tingkatkan kesabaran karena mengasuh anak disleksia menguras energi.

 
 
Di sekolah:

- Diberikan pembelajaran dengan metode yang multi sensorik. Misal belajar mengenali huruf dengan membentuknya di pasir, gerak tubuh, kolase, playdough, dan lain-lain. Tidak hanya paper and pencil.

- Menggunakan warna, atau ukuran yang berbeda.

- Menggunakan multimedia dalam belajar. Misalnya ada gambar dan ada bunyi ujarannya.

 
Mereka yang disleksia dan sukses
 
Tom Cruise (aktor): “Dengan disleksia, saya harus latihan fokus. Saya jadi sangat visual dan menciptakan gambaran-gambaran supaya bisa memahami yang saya baca.”
 
Whoopi Goldberg (artis) : “Waktu saya kecil, orang-orang tidak menyebutnya disleksia tapi…tahu sendirilah…Kamu lamban, kamu terbelakang, apa sajalah…”
 
Tommy Hillfigher (desainer, USA): “Prestasi saya di sekolah sangat buruk. Saya dibilang bodoh karena disleksia. Sampai sekarang pun saya masih kesulitan membaca dari kiri ke kanan, bingung kiri -  kanan. Mata saya selalu mengarah ke bagian bawah halaman buku.”
 
 Imma Rachmani

 



Artikel Rekomendasi

post4

Anak laki-laki atau perempuan ?

Ada yang merasa energinya terkuras untuk mengasuh anak-laki-laki yang energik, lalu membayangkan punya anak perempuan yang manis? Berhenti membandingkan, inilah keunikan masing-masing yang perlu Anda ... read more