Bermain Sesuai Gender

 

Anak laki-laki dan perempuan berbeda dari aspek biologis, perkembangan motorik, kognitif, perkembangan sosial dan kepribadian. Ketika bermain bersama mereka, orang tua perlu memerhatikan perbedaan tersebut agar manfaat bermain, kesenangan bermain, dan kualitas interaksi orangtua dengan anak, menjadi optimal.

Di bawah ini panduan beraktivitas sesuai jenis kelamin anak dan orangtua.
  1. Ayah bermain dengan Anak Laki-laki. Saat bermain, anak laki-laki lebih mengembangkan kemampuan motorik kasar.  Gerakan dan level aktivitas mereka cenderung lebih tinggi dibanding anak perempuan. Hal itu sama dengan kecenderungan sifat ayah yang lincah, cepat, kuat dan beraktivitas aktif. Aktivitas yang cocok seperti, lempar dan tangkap, cuci mobil dan berkemah.
  2. Ayah bermain dengan anak perempuan. Saat bermain dengan puteri kecilnya, ayah perlu membedakan perlakuannya sesuai dengan karakter fisik dan kepribadian umum anak perempuan. Aktivitas yang cocok seperti, diskusi tokoh idola, berenang, dan jalan-jalan ke taman bunga.
  3. Ibu bermain dengan si gadis kecil. Anak perempuan sangat menyukai kelembutan dan naluri untuk diasuh, dimana terdapat banyak skin to skin contact  lewat belaian, pelukan dan ciuman. Anak perempuan juga suka akan keindahan, kerapian dan mengorganisir sesuatu, yang dapat dipelajarinya saat ia beraktivitas bersama ibu. Aktivitas yang cocok seperti, berdandan bersama, role play, dan meronce.
  4. Ibu bermain dengan si jagoan. Ibu bisa menjadi teman bermain seru bagi anak laki-lakinya, asalkan ibu cukup bugar, tidak jaim (jaga imej) dan bersedia kotor! Aktivitas yang cocok seperti, main lego, boneka tangan, dan melukis.
Aktivitas yang diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan bisa sama, yang membedakan hanya cara membawakannya.

Baca:
Menerapkan Pola Asuh yang Sensitif Gender
Tips Pola Asuh Sensitif Gender



.


 



Artikel Rekomendasi

post4

Hadapi Balita yang Suka Bilang 'Nggak'

Anak usia 2-3 tahun akan membantah orangtua sesering mungkin, hingga 20-25 kali dalam satu jam! Jadi, membantah, lanjut Sargent, adalah salah satu cara anak untuk menunjukkan self-autonomy.... read more