Cara Anak Belajar Efektif di Rumah

 

Foto: Freepik



 
Mengangkat tema Belajar dari COVID-19 pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memaparkan bahwa, Pandemi COVID-19 merupakan krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara dan seluruh dunia. 
 
Dalam pidatonya, Nadiem juga mengajak seluruh insan pendidikan di Tanah Air untuk mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis COVID-19. “Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari COVID-19,” pesan Nadiem.
 
Perpindahan proses belajar si kecil dari sekolah ke rumah selama masa karantina, sering kali menimbulkan tanda tanya bagi para orang tua, apakah metode belajar PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) ini sudah cukup efektif? Mengapa sepertinya anak saya tidak paham dengan materi yang diberikan oleh guru kelasnya?
 
Saat melakukan siaran Instagram Live! Bersama Ayahbunda dengan tema Cara Anak Belajar Efektif di Rumah, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi atau yang akrab dipanggil Bunda Romy, membagikan beberapa tip penerapan belajar efektif selama di rumah.
 
Sebelum membahas lebih lanjut, akan lebih baik jika Anda memahami sebenarnya apa itu belajar efektif. Bunda Romy memaparkan bahwa belajar efektif adalah belajar di mana Anak tidak menyia-nyiakan banyak waktu dalam prosesnya, dengan kata lain program PJJ ini betul-betul harus bisa diselesaikan dengan cepat, jelas, dan tentunya bisa dipahami oleh anak.
 
Jadwal tidak boleh berubah

 
Foto: Freepik

 
Penting bagi orang tua untuk menjelaskan kepada anak, bahwa sekolah di rumah di masa pandemi ini bukan berarti mereka tengah menjalani liburan, tetapi proses belajar akan tetap sama hanya saja lokasinya yang berbeda yaitu di rumah.  
 
Anda juga harus menerapkan rutinitas harian yang sama seperti saat ia bersekolah, misalnya bangun pagi, mandi, dan berpakaian rapi, begitu juga dengan waktu belajar dan bermain. Hal ini dapat membantu Anda mengatur jadwal si kecil, jadi ia tidak harus beradaptasi ulang bila suatu saat ia harus kembali ke rutinitas normalnya. 
 
Supaya anak bahagia dalam menjalani rutinitas ‘sekolah’ yang baru, Bunda Romy menegaskan para orang tua untuk jangan terlalu membebani anak dengan berbagai macam hal. “Anak-anak sudah cukup terbebani dengan PR dan tugas-tugas lainnya, Bun. Jika Anda terlalu memaksakan anak untuk belajar, maka mereka tidak akan nyaman untuk bersekolah,” kata Bunda Romy.
 
Untuk membantu si kecil memahami konsep ‘sekolah’ di rumah, ada baiknya bila Anda memberikan gambaran seperti apa sebenarnya belajar di rumah. Walaupun lebih santai, belajar di rumah juga memiliki peraturan dan harus ada batas waktunya. Misalnya, anak tetap harus duduk di kursi dan menulis di atas meja tidak sambil tidur-tiduran, dan saat melakukan online learning dengan guru kelas, anak tetap harus berpakaian rapi, bukan dengan piyama. Jadi, meskipun di rumah, anak akan memahami bahwa proses belajar tetap berlansung seperti biasa. 
 
Kapasitas potensi anak tidak sama
 
Foto: Freepik


“Sepertinya anak saya ketinggalan pelajarannya.” “Sebenarnya anak saya mengerti pelajarannya atau tidak?” Mungkin pertanyaan ini sering muncul di benak Anda, saat Anda menemukan si kecil seperti tidak mengalami kemajuan.
 
Dalam menyikapi pertanyaan ini, Bunda Romy kembali menganjurkan para orang tua untuk memahami bahwa kemampuan anak berbeda-beda. Kemampuan belajar si kakak dan adik tidak bisa disamakan. Sebelum menyatakan si kecil tertinggal pelajarannya, akan lebih baik jika Anda mengaji kembali apakah metode pengajaran yang Anda terapkan sudah tepat untuk diterapkan kepada anak Anda. 
 
“Anak biasanya akan belajar lewat visual dengan gambar, auditori mendengar, dan kinestetik. Sebelum Anda mengajarkan anak Anda, pastikan Anda telah menggunakan frekuensi yang sama dengan si kecil,” ujar Bunda Romy. 
 
Jadi jangan buru-buru menyatakan bahwa anak Anda tertinggal, ya, Bunda. Karena mungkin bukanlah anak yang terlambat dalam menyerap pelajaran, tetapi orang tua yang kurang menyiasati cara menyampaikan informasi kepada anak. 
 
Bunda Romy juga menambahkan bahwa Anda tidak bisa memberikan standar yang sama untuk setiap anak, karena setiap anak unik dan berbeda-beda. “Daripada Anda mencari cara untuk memperbaki hal yang dianggap kurang, akan lebih baik bila Anda menggali potensi anak dan mengembangkannya.”
 
Kompak dengan guru kelas anak
 
Foto: Freepik


“Guru adalah partner Anda, dalam mendidik si kecil, Bun. Mulai bangun komunikasi yang baik dan saling belajar satu sama lain,” saran Bunda Romy.
 
Komunikasikan kesulitan Anda dalam mengajarkan si kecil, agar guru kelas dapat memberikan saran ataupun trik yang biasa ia lakukan di sekolah bila si kecil menolak untuk belajar. Jangan malu untuk bertanya bila Anda kurang memahami tugas atau mata pelajaran tertentu, karena kunci kesuksesan sekolah di rumah ini adalah bagaimana Anda dapat menjelaskan informasi dengan jelas kepada buah hati Anda.
 
Dalam hal menjalin komunikasi yang baik dengan guru kelas, Anda cukup melakukan pertemuan virtual yang rutin dengan guru kelas, satu kali dalam seminggu. Anda juga harus terbuka atas perkembangan si kecil selama di rumah, agar guru kelas juga dapat mengetahui proses belajar si kecil selama di rumah.
 
Kreatif dalam menciptakan suasana baru di rumah
 
Foto: Freepik
 


Membutuhkan 1001 cara dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman dan menyenangkan untuk anak selama di rumah. “Disinilah kreativitas Anda dipertaruhkan,” ujar Bunda Romy. 
 
Anda bisa mencoba terobosan baru. Inilah saatnya Anda bereksperimen, misalnya mencoba gaya makan lesehan dan mencipatakan permainan yang berbeda. Harus ada sesuatu hal baru yang disuguhkan kepada anak, agar mereka tidak merasa suntuk di rumah. 
 
Berikan juga kesempatan untuk Ayah ikut serta berperan sebagai guru dalam menjalani proses belajar di rumah dan membuat kegiatan untuk anak. Anda bisa melakukannya secara bergantian, misalnya saat Bunda memasak berarti giliran Ayah untuk menemani si kecil bermain ataupun belajar. Kerja sama dengan pasangan akan meringankan beban Anda, dan menjauhkan Anda dari stres ataupun pertengkaran rumah tangga selama di rumah.
 
Debbyani Nurinda
 
 

 

 


Topic

#corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome



Artikel Rekomendasi

post4

Balita Belajar Tentang Keadilan

Coba hitung, berapa kali sehari anak berteriak “Bunda nggak adil!” Apalagi selama masa pandemi. Ketika anak banyak dilarang, teriakan menuntut keadilan lebih sering digaungkan. ... read more