Kiat Membangun Harga Diri Anak

 

Banyak hal dilakukan orang tua demi kebaikan anak. Dari itu semua yang penting adalah dukungan terhadap aktivitas anak, apalagi bila aktivitas itu pilihan anak

Meski dukungan orang tua terhadap kegiatan yang diminati anak itu penting, orang tua juga perlu waspada kebablasan , karena dukungan bisa-bisa berubah jadi tuntutan. Tuntutan sama artinya tidak ada dukungan. Anak yang selalu dituntut, tidak punya motivasi. Sementara dukungan yang tepat memotivasi anak mencapai prestasi yang baik

Dukungan yang tepat dapat berupa pujian saat anak mendapat prestasi dari kegiatan yang disukainya. Misalnya, saat anak mendapat hadiah dari sanggar tari karena ia dapat melakukan gerakan tari dengan baik. Sepatutnyalah orang tua memberi pujian. Jangan karena menari bukan kegiatan yang orang tua sarankan, lantas anak tidak dipuji.

Dukungan dan pujian yang tepat merupakan pupuk bagi pertumbuhan harga diri yang sehat. Harga diri sehat merupakan sumber kebahagiaan anak. Sayangnya, ada saja orang tua yang tidak perhatian terhadap kebahagiaan anak. Menurut mereka, kebahagiaan sudah ada pada anak dengan sendirinya. Lalu, karena kebahagiaan itu sudah ada, orang tua merasa tak perlu lagi memupuknya.

Dengan begitu, yang terjadi, anak-anak di usia dini merasa tidak bahagia. Mereka merasa dituntut, tetapi tak pernah mendapat pujian. Akibatnya, anak-anak itu terusik harga dirinya. Mereka tak punya self esteem. Padahal kebahagiaan itu bersumber pada harga diri. Prioritaskanlah membangun harga diri anak sekarang juga!

 



Artikel Rekomendasi

post4

Hadapi Balita yang Suka Bilang 'Nggak'

Anak usia 2-3 tahun akan membantah orangtua sesering mungkin, hingga 20-25 kali dalam satu jam! Jadi, membantah, lanjut Sargent, adalah salah satu cara anak untuk menunjukkan self-autonomy.... read more