Latihan Mengikat Tali Sepatu

 

Mengikat tali sepatu bisa sangat rumit bagi anak lima tahun. Namun kadangkala, bukannya melatih anak, orang tua malah lebih suka membelikan sepatu dengan Velcro. Praktis!

Mungkin Anda berpikir bila anak tidak bisa mengikat tali sepatunya sendiri, belikan saja sepatu tanpa tali. Masalah selesai bukan? Namun, benarkah ini jalan keluarnya? Sesungguhnya tak cuma itu persoalannya. Keterampilan mengikat tali sepatu juga dapat menjadi tolok ukur perkembangan motorik halus anak Anda.

Seringkali sulit dikuasai. Berbagai keterampilan motorik halus selayaknya dikuasai anak. Misalnya, memegang pensil dengan posisi yang tepat, menggambar manusia dengan kepala dan badan yang proporsional, membuka kancing baju, atau mengikat tali sepatu. Namun, sayangnya, tak semua anak usia lima tahun bisa dengan baik melakukan hal itu semua.

Meski tampak mudah, keterampilan mengikat tali sepatu seringkali sulit dikuasai, terutama bagi pemula. Meski ia bisa memegang tali sepatu dengan jari dan mengikatnya hingga kencang, namun ada saja hal yang salah. Dan bukan tidak mungkin, tali sepatunya terlepas, misalnya.

Untuk mengikat tali sepatu dengan benar diperlukan keterampilan motorik halus yang baik. Selain itu, koordinasi mata dan keluwesan gerak pergelangan tangan pun memainkan peran penting. Tanpa kesiapan itu, anak selalu butuh pertolongan orang lain bila tali sepatunya lepas. Tentu hal ini dapat merepotkan dirinya sendiri.

Berlatih dan berlatih. Berlatih, berlatih dan berlatih adalah metode yang amat disarankan Ina Matern, pendidik di TK Wehrheim, Frankfurt, Jerman seperti ditulisnya dalam majalah Eltern edisi September 2003. Anak tak akan langsung bisa sendiri mengikat dengan melihat cara orang mengikat tali sepatu. Anda perlu melatihnya.

Ketika mengajari anak, biarkan ia berdiri di belakang Anda atau duduk di samping Anda. Dengan begitu anak bisa melihat dengan benar ketika Anda mencontohkan. Kalau anak berada di depan Anda, ia akan melihat cara yang terbalik, sehingga tak bisa menguasai teknik mengikat dengan baik.

Anda pun perlu sabar mengajarinya karena, umumnya, anak perlu waktu lama untuk bisa menguasai metodenya. Namun, setelah bisa, ia dapat mengembangkan tekniknya sendiri.

Kesalahan, seperti membuat simpul yang terlalu besar, seringkali terjadi ketika anak belum terampil mengikat. Ingatkan anak bahwa simpul demikian justru menyulitkannya. Sebaliknya, jika simpul cukup kecil, tali lebih mudah diikat dan simpul tak mudah lepas.

Yang penting, memang, anak perlu latihan rutin agar motorik halusnya siap melakukan tugas rumit seperti mengikat tali sepatunya sendiri.

 



Artikel Rekomendasi