Benarkah Wajib Keramas Setelah Kehujanan?

 

Dokumentasi Ayahbunda

Musim hujan, alangkah sayangnya bila tidak dimanfaatkan. Anak-anak pasti sangat ingin hujan-hujanan. Boleh? Tentu saja. Karena air hujan memiliki manfaat, yaitu:
- Air hujan mengandung ph basa, sehingga baik untuk kesehatan kulit. 
- Air jujan mengandung nitrogen. Tubuh ketika terkena air hujan akan terdorong untuk melakukan sintesis protein dan penciptaan senyawa amino yang memengaruhi pertumbuhan, hormon dan fungsi otak, serta kekebalan tubuh. 

Benarkah bahwa anak harus dimandikan setelah terkena air hujan supaya tidak terkena flu?
"Flu atau common cold atau selesma disebabkan oleh virus yang penularannya melalui udara. Apabila ada orang yang sakit flu kemudian bersin atau batuk atau membuang kotoran hidungnya, maka virus-virus penyebab flu akan ikut keluar bersama droplet dari saluran napas dan bisa terhirup oleh orang lain di sekitarnya. Ketika orang yang menghirup virus berada dalam kondisi daya tahan tubuh yang turun maka bisa tertular dan sakit flu juga. Jadi tidak ada hubungannya dengan keramas setelah kehujanan. Yang dianjurkan apabila anak kehujanan adalah anak boleh dimandikan dengan air hangat supaya badannya tidak kedinginan," demikian penjelasan Dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A. 

Mengapa anak harus mandi air hangat setelah mandi hujan, ini sebabnya:

- Air hujan yang turun lewat talang air mengandung banyak kuman dan bakteri. Mandi dengan air hangat dan sabun untuk mengurangi paparan bakteri penyebab penyakit.

- Air hujan mengandung gas dan senyawa yang bersifat asam, terutama pada hujan gerimis. Mandi dapat menghilangkan gas dan senyawa asam.

- Mandi air hangat untuk menstabilkan suhu tubuh. 

Baca Juga:
- Ajak Balita Main Hujan
- Aktivitas Seru Saat Hujan
- Jangan Khawatir Saat Musim Hujan, Lakukan Kegiatan Seru ini di Dalam Rumah bersama Anak

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Resep Kaserol Nasi Merah

Nasi merah yang terbuat dari gandum utuh kaya akan nutisi. Baik sekali diberikan untuk balita Anda, terutama yang menderita intoleransi laktosa. Untuk 1-2 tahun.... read more