Kutimang Bayiku Sayang

 

 

Angan-angan romantis menggendong bayi sepulang dari rumah sakit tak seindah kenyataan. Menggendong bayi baru ternyata butuh keberanian. Inilah keterampilan pertama yang harus Anda pelajari setelah melahirkan. Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah latihan sebelumnya, namun tak sedikit yang masih waswas menggendong bayinya pertama kali.

Tubuh bayi yang baru lahir masih ringkih, sehingga Bunda harus hati-hati saat menggendongnya. Setelah melahirkan, biasanya suster di rumah sakit akan mengajarkan Ibu yang baru melahirkan untuk menggendong dan memandikan bayinya dengan baik dan benar. Kalau orang tua Anda tinggal satu kota, Anda bisa bertanya dan belajar cara menggendong bayi kepadanya.

Bagaimana jika tidak ada yang bisa diandalkan untuk mengajari Anda menggendong bayi untuk pertama kalinya? Mari belajar bersama Ayahbunda dengan tips berikut ini.

Sebelum Bunda menggendong bayi, cuci tangan yang bersih menggunakan sabun, tidak memakai wewangian yang menyengat dan yang terpenting Bunda jangan gugup ya.

Posisi menimang
  1. Bungkukkan tubuh Anda, tempatkan tangan kiri untuk memegang leher dan kepala bayi. Dan, satu tangan lagi untuk memegang bokong bayi. Angkat bayi dari posisi tidurnya.
  2. Bunda sudah merasa nyaman mengangkat si kecil? Selanjutnya, secara perlahan-lahan pindahkan kepala si kecil ke lekuk lengan Anda, bagian tubuhnya yang lain berada di seluruh lengan Anda.
  3. Posisi ini cukup nyaman bagi bayi dan ibunya karena Anda dapat menatap mata si kecil dan mengajaknya ngobrol. Saat menyusui posisi ini juga terasa nyaman dilakukan sembari duduk. Anda juga menambahkan bantal kecil pada bagian bawah kepala si kecil.
  4. Yang perlu diperhatikan, agar lengan Anda tidak pegal, pindah posisi si kecil di lengan yang satu lagi. Setelah mahir menggendong dengan posisi menimang, dapat mencoba posisi selanjutnya.
 
Posisi bayi menyandar di bahu
Angkat bayi dari tempat tidur dengan posisi menimang. Letakkan kepalanya di bahu Anda. Sangga bagian kepalanya dengan tangan untuk menghindari gerakan kepala mendongak tiba-tiba. Tangan Anda yang satu lagi menopang tubuh bagian bawah. Cara menggendong ini dilakukan setelah bayi menyusu agar ia dapat bersendawa. 
  
Posisi  bayi tengkurap
Saat bayi rewel, Anda dapat mencoba menggendong bayi secara tengkurap. Caranya, letakkan tangan Anda di antara leher dan kepala bayi. Angkat bayi lalu ubah posisi tengkurap di lengan Anda. Kepala bayi berada pada lengan bagian dalam dan tangan memegang tangan si kecil dan kakinya yang menggantung.
 
Dengan posisi bayi tengkurap di atas lengan, Anda dapat menepuk-nepuk pelan punggungnya saat ia rewel. 
 
Setelah mahir menggendong, jangan tergoda untuk menguncang-guncangkan tubuh bayi untuk membuatnya tertawa. Karena, hal ini malah menyebabkan bayi mengalami pendarahan otak atau terkena shaken baby syndrome. Sindrom ini banyak terjadi pada bayi usia 6-8 minggu dan pada beberapa kasus menyebabkan kematian.
 
Jika bayi sudah berusia di atas 3 bulan, otot lehernya sudah bisa mendongak. Bunda dapat menggendong dengan cara yang ini.
 
Bayi duduk dalam dekapan
Angkat seluruh tubuh si kecil. Pindahkan posisi bayi menghadap ke luar atau membelakangi tubuh Anda. Tubuhnya bersandar pada lengan Anda, sementara bagian belakang kepala si kecil menempel di dada.

Dr. Luh Karunia, Sp.KFR mengatakan bahwa posisi ini paling aman untuk bayi karena mencegah bayi dari gerakan mendongak tiba-tiba. Gerakan mendongak tiba-tiba dapat mencederai tulang leher bayi. 
 
Kemudian tempatkan tangan Anda yang lain untuk menopang bagian bawah bayi. Posisi menggendong seperti ini membuat bayi leluasa melihat pemandangan seperti yang Anda lihat dan Anda dapat mengajaknya mengobrol sambil menunjuk ke arah yang lain.
 
Maria Soraya Az Zahra

 



Artikel Rekomendasi