10 Pantangan Makanan dan Minuman Saat Menyusui

 


Foto: Pixabay
 
Saat menyusui biasanya nafsu makan Bunda meningkat sehingga jadi mudah lapar. Makanan bergizi dan berserat dengan kandungan air tinggi sangat disarankan untuk dikonsumsi. Namun, meskipun sudah selektif, beberapa makanan maupun minuman kadang tidak aman bagi bayi ASI. Apa saja? Berikut bocorannya seperti dilansir oleh Webmd.com.
 
Ikan
Inilah sumber protein yang baik untuk anak maupun orang dewasa. Beberapa jenis ikan, seperti salmon dan tuna, selain mengandung protein juga mengandung Omega-3 yang dibutuhkan tubuh. Tapi bagaimana dengan ‘kandungan’ merkuri serta jenis kontaminasi lainnya? Makanan laut bisa dimasak sebanyak dua kali dalam seminggu dengan setiap porsi maksimal 6 ons. Pilihlah jenis yang lebih rendah kandungan merkurinya, seperti salmon atau nila. Hindari hiu, ikan pedang, dan makerel yang tingkat merkurinya tinggi.
 
Makanan pedas
Pencinta saus pedas? Kebanyakan bayi bisa menerima saus pedas atau sambal ataupun jenis makanan pedas lainnya yang ada dalam menu sehari-hari Anda. Tetapi, jika si kecil mengalami diare atau perutnya berisi banyak gas setiap kali Anda memakan pizza dengan serbuk lada merah di atasnya, sebaiknya kurangi konsumsi makanan pedas untuk sementara waktu.
 
Tambahan herbal
Peppermint, peterseli, dan sage memang menambah rasa, tetapi ketiga herbal ini dapat memengaruhi produksi ASI. Terlalu banyak makan peterseli bisa membatasi laktasi, sementara terlalu banyak sage dan peppermint dapat menghentikan pasokan ASI Anda. Pada beberapa ibu menyusui, pasta gigi dan permen rasa peppermint bisa memengaruhi produksi ASI.
 
Susu
Konsumsi susu pada ibu menyusui jarang menyebabkan masalah. Sayangnya reaksi si kecil kadang berbeda. Konsultasikan dengan dokter anak jika terlihat masalah pada kulit si kecil, sulit bernafas setelah menyusu, atau timbulnya gejala lain.
 
Teh
Menikmati secangkir teh chai atau Earl Grey juga bisa memberi dampak buruk. Teh mengandung kafein yang dapat memengaruhi tidur Anda dan si kecil, serta membuat tubuh lebih sulit  menyerap zat besi yang dibutuhkan sebagai energi. Jika sedang mengunsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging atau sayuran berwarna hijau, sebaiknya tidak memilih teh sebagai ‘pasangan’ minumnya.
 
Telur dan kacang-kacangan
Anda mungkin tidak alergi terhadap telur maupun kacang-kacangan dan berharap mengonsumsinya dapat menghindarkan si kecil dari alergi. Penelitian belum membuktikan bahwa tetap mengonsumsi makanan tertentu bisa membuat anak terhindar dari alergi ‘turunan’. Sebaiknya tanyakan kepada dokter Anda atau ahli dokter untuk saran. Yang jelas menghindari makanan tertentu dapat membuat si kecil bebas eksim.
 
Minuman Manis
Menyusui bisa membuat Bunda merasa lekas haus. Jika Anda mengalami hal itu maka minumlah segelas air setiap kali usai menyusui. Meskipun Anda sangat kehausan, jangan konsumsi minuman bersoda atau minuman kemasan lainnya yang hanya memberikan kalori tanpa nutrisi.
 
Alkohol
Hindari minuman beralkohol selama menyusui. Jika Anda ternyata meminum sedikit cairan alkohol pastikan Anda tidak menyusui si kecil sampai pengaruh alkohol benar-benar hilang dari ASI. Setiap meminum 250 ml bir, 100 ml anggur, 30 ml liquor, maka tunggulah 3 jam sebelum kembali menyusui bayi. FYI, memompa ASI tidak akan menurunkan pengaruh alkohol pada ASI.
 
Makanan mengandung gas
Jenis sayur tertentu mengandung gas seperti brokoli dan kol. Kembung, bersendawa, dan mengeluarkan gas adalah normal. Namun, bila bayi Anda perutnya sering kembung karena gas atau mengalami kolik, hindarilah bahan makanan ini selama beberapa minggu untuk meringankan gejalanya.
 
Cokelat dan kopi
Keduanya mengandung kafein yang juga sering ditemukan dalam minuman energi dan cola. Jika Anda tidak bisa tanpa hidup latte, maka batasi diri untuk mengonsumsinya 2-3 cangkir per hari. Anda pun bisa beralih ke jenis kopi decaf.
 
 
PRIMA SOERATNO

 



Artikel Rekomendasi

post4

Tak Perlu Sayur dalam MP-ASI

Jangan asal berikan sayur sebagai MPASI si kecil Bunda! Ada kandungan di dalam sayur yang menjadi antinutrien sehingga menghambat penyerapan zat gizi dalam bahan makanan lainnya. ... read more