//} ?>

3 Masalah Kulit yang Diderita Bayi

 


Foto: Pixabay


Kulit bayi memiliki struktur dan komposisi berbeda dibandingkan kulit ornag dewasa. Hal inilah yang membuatnya lebih rentan, mudah kering, dan sensitif. Terkena matahari, debu, bahkan berada di ruang ber-AC tetap bisa menimbulkan masalah kulit pada bayi. Beberapa masalah kulit yang sering diderita bayi di antaranya biang keringat, ruam popok (diaper rash), dan jerawat pada kulitnya. Jika memang ada masalah serius pada kulit si kecil sudah seharusnya dirawat dan diobati dengan saksama sesuai anjuran dokter.
 
Biang keringat
Meskipun selalu berada di ruangan yang ber-AC bukan berarti bayi tidak mengeluarkan keringat. Biang keringat atau keringat buntet terjadi karena adanya penyumbatan kelenjar keringat pada permukaan kulit bayi (akibat fungsi kelenjar keringatnya yang belum sempurna). Akan muncul bintil-bintil kecil berwarna merah yang berisi air dan terasa gatal, panas, serta menimbulkan rasa tidak nyaman. Biang keringat biasanya terdapat pada bagian tubuh yang tersembunyi dan mengeluarkan banyak keringat seperti leher, ketiak, siku, dan lipatan paha.
 
Untuk mencegah biang keringat, orang tua wajib menjaga kebersihan kulit bayi. “Perhatikan pola kebersihannya dari siang ke malam. Usahakan mandi dua kali sehari menggunakan air dingin atau air hangat bergantung pada usia bayi—setidaknya suhu 30 derajat untuk air mandi bayi. Bedak boleh dipakai bila membuat nyaman karena ada efek mendinginkan. Selain itu kenakan pakaian dari bahan yang nyaman dan tipis, sementara baju tebal bisa dipakai saat udara dingin,” saran dr. Edwin Tanihaha, Sp.KK, Dip. AAAAM, MHKEs, KFCCS di peluncuran produk MoMiMa Baby Wipes.
 
Ruam popok
Sesuai namanya, ruam popok atau diaper rash adalah peradangan yang terjadi di daerah tertutup popok, yaitu sekitar bokong, alat kelamin, serta pangkal paha akibat tingkat kelembapan tinggi. Kondisi ini kerap dialami oleh bayi baru lahir yang berwarna kemerahan disertai lecet-lecet dan rasa gatal.
 
Untuk mencegah diaper rash, dr. Edwin pun menyarankan membersihkan kotoran (pup maupun urine) dan mengganti popok sesering mungkin. “Pencegahan paling utama ada mengganti popok setelah bayi mengompol atau pup. Bersihkan menggunakan air atau seka dengan tisu basah hingga benar-benar bersih. Memang repot, tapi ini harus dilakukan.”
 
Jerawat
Pada wajah dan tubuh bayi pun bisa muncul jerawat yang ternyata dipengaruhi oleh hormonal ibu menyusui. Untuk mengatasi jerawat sebaiknya perhatikan kembali pola kebersihan anak dari siang ke malam. “Idealnya bayi mandi dua kali sehari apabila tidak ada keluhan,” kata dr. Edwin.
 
Gunakan air hangat dan sabun mandi khusus yang bersifat hipoalergenik, kemudian keringkan tubuh dengan saksama—jangan digosok! Orang tua wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum membeli produk sabun maupun salep untuk menghilangkan jerawat tersebut. Hindari memakaikan busana berlapis-lapis karena justru membuat permukaan kulit bayi tidak bernapas dan akhirnya bisa merangsang tumbuhnya jerawat baru.
 
Selain itu, dr. Edwin mengingatkan untuk segera menemui dokter kulit apabila orang tua melihat kulit si kecil kemeraha, bersisik, gatal, serta perih akibat pemakaian produk yang tidak cocok. Semakin cepat diobati tentunya lebih nyaman bagi bayi, kan?

 
ALICE LARASATI


Baca juga:
Cegah Iritasi Kulit pada Anak
Yuk, Kenali Jenis Ruam


 

 



Artikel Rekomendasi