4 Kondisi Bayi Baru Lahir yang Masih Normal

 


Foto: Pixabay
 

Bayi baru lahir adalah salah satu anugerah kehidupan paling membahagiakan bagi kedua orang tuanya. Ia begitu kecil dan menggemaskan. Namun meski terlihat begitu sempurna, Bunda dan Ayah harus memerhatikan kondisi tubuh bayi saat lahir dengan seksama guna memastikan bahwa ia normal. Apa saja kondisi bayi lahir yang harus dicermati? Pippa Hime, perawat profesional dan bidan bersertifikat di Rumah Sakit Chris Hani Baragwanth, Johannesburg memaparkannya seperti dilansir dari www.livingandloving.co.za.
 

Bagian kepala
-Kepala bayi baru lahir bisa saja sedikit ‘cacat’ yang disebabkan oleh proses melahirkan. Bayi yang dilahirkan melalui vagina kepalanya dapat terlihat seperti bengkak, menonjol, atau berbentuk kerucut. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena bentuk ini hanya menetap selama beberapa jam atau beberapa hari setelah lahir.


-Mata bayi juga bisa sedikit bengkak saat lahir yang sering kali akibat tekanan saat persalinan. Setelah beberapa jam setelah lahir bagian mata mereka mulai mengempis. Berhubung saluran kelenjar air mata bayi sering tersumbat, maka kotoran matanya yang terbentuk saat tidur (belekan) harus dibantu untuk dibersihkan. Gunakan kapas yang dibasahi air hangat untuk menyeka matanya.

-Salah satu kebiasaan bayi baru lahir adalah sering bersin. Mereka tidak dapat membersihkan jalan napas dengan cara mengendus atau meniup hidung mereka, jadi mereka bersin untuk membantu membersihkan kotoran yang ada di saluran hidungnya. Semprotan atau tetesan saline, ditambah aspirator hidung yang baik dapat membantu menjaga jalan napas tetap bersih.

-Ternyata bayi bisa mengalami cegukan serius. Hal ini sudah terjadi sejak di dalam rahim dan berlanjut setelah lahir. Untungnya cegukan tidak mengganggu bayi sedikit pun, malah setelah beberapa menit cegukan mereka biasanya tertidur.
 

Bagian dada
-Bayi perempuan dapat mengalami pembengkakan puting, bahkan mengeluarkan sedikit kolostrum dari putingnya. Ini merupakan pengaruh hormon ibu yang diturunkan ke bayi saat ia berada di dalam kandungan.


-Anda juga harus merawat tali pusat si kecil sampai terpisah dan jatuh. Setelah terlepas, normal bila mengalami sedikit pendarahan. Yang penting Bunda harus menjaga area itu selalu bersih dan kering.
 

Bagian kelamin
-Bayi perempuan dapat mengalami pembengkakan vulva yang biasanya menetap beberapa hari setelah kelahiran. Mereka juga mungkin mengalami sedikit keputihan yang terlihat menyerupai darah. Sekali lagi hal ini merupakan pengaruh hormon ibu yang melingkupinya selama berada dalam kandungan.


-Bayi baru lahir juga mengeluarkan urine berwarna oranye yang kecokelatan pada beberapa hari pertama. Urine yang mengandung kristal urat ini dapat meninggalkan noda oranye atau merah muda pada popok. Tidak perlu cemas karena hal ini normal dan akan berlalu dalam satu atau dua hari.
 

Bagian kulit
-Tidak jarang bayi baru lahir mengalami ruam dan jerawat setelah lahir. Jerawat bayi sering terjadi dan biasanya muncul sekitar hari ke-10 kemudian menetap selama satu atau dua minggu. Kondisi ini sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan.

-Sangat normal bila Ayah dan Bunda masih khawatir tentang kondisi bayi saat baru lahir--pada tahapan apa pun--apalagi bila baru menjadi orang tua untuk pertama kalinya. Agar rasa khawatir tersebut mereda, cobalah datang ke klinik bayi setempat atau ke dokter anak untuk berkonsultasi serta membantu menjawab kekhawatiran Anda.



PRIMA SOERATNO

 

Baca juga:
Mata Bayi Belekan

4 Cara Mudah Jalin Bonding Antara Ayah dan Bayi Baru Lahir
44 Fakta Bayi Baru Lahir

 


 

 

Artikel Rekomendasi

post4

Mengenal Sel Punca Darah Tali Pusat

Transplantasi darah tali pusat pertama kali dilakukan tahun 1988 di Perancis.Sampai saat ini sudah lebih dari 15.000 transplantasi sel punca dilakukan di seluruh dunia. Apa sebenarnya sel punca darah ... read more