Ini Penyebabnya Frekuensi Pup Bayi Berkurang

 

Fotosearch

Dalam masa pertumbuhannya, ritme bayi buang air besar dapat berubah. Ritme ini bisa terjadi sehari sekali, namun bisa pula seminggu sekali. Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, pada usia enam minggu pola BAB-nya bisa menjadi jarang. Setiap bayi punya frekuensi BAB yang berbeda. Yang penting, periksa bentuk feses anak –seharusnya lunak dan basah, tidak keras. Karena pola BAB yang jarang, ibu sering khawatir bayi terkena konstipasi atau kembung. Padahal ini tanda bahwa sistem pencernaan bayi mulai meningkat dan ia mulai bisa menyerap susu. Jika ia mengalami konstipasi perutnya akan terasa keras dan sering buang angin.

Bunda, ketika bayi mengalami konstipasi, tak perlu panik buru-buru mencari obat untuknya. Baringkan ia, beri pijat ringan di perut, dengan gerakan jari Anda memutar searah jarum jam. Gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda juga dapat membantu menenangkan perutnya. Konsultasikan dengan dokter anak pada terapi yang tepat untuk anak.

(Tim Ayahbunda/IAH)

Baca Juga
GASTROENTERITIS PADA BALITA ITU APA?
WASPADAI 4 GANGGUAN PENCERNAAN YANG SERING MENGANCAM ANAK

 

 



Artikel Rekomendasi