Kalau Bayi Sakit, Ibu yang Minum Obat?

 


Orang tua mana yang tidak panik bila si kecil tiba-tiba sakit. Apalagi bayi belum bisa mengonsumsi apapun kecuali air susu ibu. Nah, dalam keadaan seperti ini, pernahkah mendapatkan saran untuk meminum obat, dengan harapan dapat ‘mentransfernya’ melalui ASI?
 
Apapun yang Bunda minum atau makan memang berpotensi untuk memengaruhi rasa dan kualitas ASI. Berangkat dari penjelasan ini, banyak anggapan bahwa bukan hanya makanan atau minuman yang bergizi, ASI juga dapat menyerap obat-obatan yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk menyembuhkan bayi saat sakit.
 
Menanggapi hal ini, dr. I.G. A.N Partiwi, Sp.A, MARS, Dokter Spesialis Anak anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan bahwa anggapan tersebut cuma mitos!
 
“Itu mitos, tidak begitu caranya! Kalau bayinya yang sakit ya, bayinya yang harus diobati,” paparnya dalam Instagram Live Ayahbunda yang bertajuk Ibu Sakit, Boleh Menyusui? Pada Sabtu, 22 Agustus 2020.
 
Pendiri Klinik Digital www.klinikdrtiwi.com ini juga menjelaskan bahwa, alih-alih memindahkan obat lewat ASI, justru Bunda yang bisa terkena efek samping dari obat tersebut seperti, merasa lemas atau mengantuk.
 
Oleh karena itu, dr. Tiwi menyarankan bila tidak ingin memberikan obat pada si kecil, Bunda cukup menyusui bayi lebih sering saat ia sedang demam, sebab ASI mengandung banyak protein dan antibodi yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi terhadap berbagai jenis penyakit.


Baca juga:
Mitos atau fakta, bayi lahir 7 bulan lebih matang ketimbang 8 bulan

Banyak mitos tentang corona, 5 fakta ini menjawab
10 mitos dan fakta penyebab anak terlambat bicara


Debbyani Nurinda

 



Artikel Rekomendasi