Mengenal Alergi Susu Sapi

 

Alergi Susu Sapi (ASS) adalah suatu reaksi yang tidak diinginkan yang diperantarai secara imunologis terhadap protein susu sapi.

Alergi susu sapi biasanya dikaitkan dengan reaksi hipersensitivitas tipe 1 yang diperantai oleh IgE, walaupun demikian ASS dapat diakibatkan oleh reaksi imunologis yang tidak diperantarai oleh IgE ataupun proses gabungan antara keduanya.

Alergi susu sapi dapat dibagi menjadi:
  • IgE Mediated, yaitu Alergi susu sapi yang diperantarai oleh IgE. Gejala klinis timbul dalam waktu 30 menit sampai 1 jam (sangat jarang > 2 jam) setelah mengonsumsi protein susu sapi.
  • Non- IgE Mediated, yaitu Alergi susu sapi yang tidak diperantarai oleh IgE, tetapi diperantarai oleh IgG dan IgM. Gejala klinis timbul lebih lambat (1-3 jam) setelah mengkonsumsi protein susu sapi.
Diagnosis. Tidak ada gejala spesifik alergi susu sapi. Gejala akibat alergi susu sapi antara lain:
  • Pada gastrointestinal (50-60%)
  • Kulit  (50-60%) dan sistem pernapasan (20 - 30%).
  • Gejala alergi susu sapi biasanya timbul sebelum usia satu bulan dan muncul dalam satu minggu setelah mengkomsumsi protein susu sapi.
  • Gejala klinis akan muncul dalam satu jam (reaksi cepat) atau setelah satu jam (reaksi lambat) setelah mengkomsumsi protein susu sapi.
Double Blind Placcebo Contolled Food Chalange (DBPFC's) merupakan uji baku emas
untuk menegakkan diagnosis alergi makanan. Uji ini dilakukan berdasarkan riwayat alergi makanan, dan hasil positif uji tusuk kulit atau uji RAST. Uji ini memerlukan waktu dan biaya. Jika gejala alergi menghilang setelah dilakukan eliminasi diet selama 2-4 minggu, maka sebaiknya dilanjutkan dengan memberikan formula dengan bahan dasar susu sapi (uji provokasi). Uji provokasi dilakukan dibawah pengawasan dokter dan dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas resusitasi yang lengkap. (me)

Baca juga:
Orangtua Alergi, Bayi Berisiko Alergi Susu Sapi

 



Artikel Rekomendasi