Tummy Time, Bermain Sambil Tengkurap

 

Tummy time adalah waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap alias bertumpu pada perutnya, sambil  melakukan berbagai aktivitas.Tummy time memiliki banyak manfaat dalam menunjang perkembangan kemampuan motorik bayi.

Sejak American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk menidurkan bayi dengan posisi telentang akibat tingginya kasus sindroma kematian bayi meninggal mendadak, angka kasus SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) memang turun hingga 50%. Namun, ternyata muncul kasus baru. Jumlah bayi-bayi berkepala gepeng (flat head) atau dikenal dengan istilah positional pagiocephaly, jadi meningkat.

Untuk mengatasinya, anjuran mengajak bayi untuk melakukan tummy time, kini gencar digaungkan. Tummy time adalah waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap alias bertumpu pada perutnya, sambil  melakukan berbagai aktivitas.
Tummy time memiliki banyak manfaat dalam menunjang perkembangan kemampuan motorik bayi, yaitu:
  • Merangsang kemampuan bayi untuk menjaga keseimbangan tubuh, melakukan koordinasi pada paha, dan mengontrol gerakan kepala. Selain itu, dalam posisi telungkup,  bayi berlatih menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Itu adalah kemampuan yang menjadi bekal untuk merangkak (Dr. Henry Shapiro, M.D., Kepala Departemen Tumbuh Kembang Anak di Children’s Hospital, St. Petersburg, Florida, AS,
  • Dalam posisi tengkurap, bayi membiasakan diri untuk melihat apa yang ada di sekelilingnya dari sudut pandang berbeda, melatih bayi mengangkat leher dan memutar kepala sambil menjaganya agar tetap tegak, sehingga otot leher dan bahunya kuat (Laura A. Jana, M.D., F.A.A.P., dokter spesialis anak dari Nebraska, penulis buku Heading Home With Your Newborn: From Birth to Reality).
Kapan Tummy Time? Anda dapat mulai mengenalkan dan membiasakan tummy time kepada bayi saat dia berumur 3-4 bulan, sesuai anjuran AAP. Pada umur itu, biasanya otot leher bayi sudah cukup kuat dan ia mulai mampu mengontrol gerakan leher serta kepala, termasuk menegakkan kepala saat tengkurap. Namun, Chris Tolcher, M.D., F.A.A.P., dokter anak dari University of Southern California School of Medicine, AS, mengatakan,”Sebetulnya tummy time dapat dilakukan beberapa saat setelah bayi lahir, yaitu ketika ia melakukan inisiasi menyusui dini, dengan berbaring tengkurap di perut ibu.  Atau, paling tidak setelah tali pusatnya kering sehingga dia cukup nyaman saat tengkurap.”
  • Tummy time sebaiknya dilakukan rutin setiap hari, dengan membiarkan bayi berbaring dalam posisi tengkurap, selama 15-20 menit.
  • Bagi bayi-bayi yang rewel atau menangis setiap kali ditelungkupkan, cukup lakukan selama 5 menit, 3 kali sehari.
  • Awalnya, mungkin bayi tampak tidak suka atau marah ketika tubuhnya ditelungkupkan. Untuk itu,  mulailah dengan cara menelungkupkan bayi di atas kedua paha Anda, lalu salah satu paha Anda sedikit dinaikkan. Cara lainnya, gendong bayi dalam posisi telungkup,  satu tangan Anda menopang leher dan dadanya, tangan yang lain menyangga perut bayi. Hadapkan tubuhnya ke depan sehingga dia dapat leluasa memandang sekitarnya.
Bagaimana bila bayi tetap terlihat marah, atau terlihat susah payah selama tengkurap, berontak dan menangis?  "Mungkin dia belum beradaptasi dan tubuhnya belum dapat menyesuaikan diri dengan posisi baru tersebut,"  ujar Scott Cohen, M.D., F.A.A.P., dokter anak dari Cedars Sinai Medical Center, AS. Menurut  Scott, tetaplah melatih bayi, karena  semakin sering berlatih, lama-lama  bayi terbiasa dan menikmati tummy time. Jika bayi tampak sangat tidak nyaman dengan tummy time, misalnya menangis sambil menjerit-jerit, segera angkat dan gendong untuk menenangkannya. Anda dapat mencobanya lain kali dan jangan dipaksakan. Setiap bayi memiliki tahap perkembangan dan kecepatan beradaptasi yang berbeda-beda.

Baca:
Tummy Time Agar Bayi Cepat Merangkak
5 Kiat Seru Tummy Time

 



Artikel Rekomendasi