5 Pertanyaan yang Bikin Penasaran Ibu Baru

 


Foto: Pixabay

 
Beberapa minggu pertama saat bayi baru lahir dapat menjadi momen yang penuh dengan ketidakpastian. Terutama bila Bunda tidak punya seseorang yang bisa diajak bicara dan ditanyai perihal mengurus bayi. Berikut adalah 5 pertanyaan (yang mungkin) paling sering ditanyakan oleh ibu baru dengan jawaban dari ahli untuk membantu menenangkan pikiran Anda.
 
Bagaimana mengetahui bayi saya mendapat cukup ASI?
Salah satu cara termudah dan paling akurat untuk mengetahui apakah si kecil mendapatkan cukup ASI adalah dengan memeriksa berat badannya setidaknya seminggu sekali pada hari-hari awal kelahiran. Jika si kecil nampak puas setiap kali selesai menyusu dan bertambah berat setiap minggunya, ia mungkin mendapatkan susu yang cukup.
 
Cara lainnya untuk mengukur apakah bayi cukup minum ASI yaitu dengan memeriksa popoknya. Si kecil harus memiliki setidaknya 4-6 popok basah setiap hari. “Menyusui sesuai permintaan juga merupakan cara yang bagus untuk memastikan keberhasilan menyusui bagi Anda dan bayi. Perhatikan durasi saat Anda menyusui dan jangan terlalu cepat memindahkan si kecil ke payudara yang lain. Si kecil perlu meminum foremilk dan hindmilk yang lebih kental dan kaya nutrisi,” kata pakar pengasuhan Heidi Murkoff dilansir laman www.livingandloving.co.za.
 
Pada hari-hari awal kehidupannya, bayi akan lebih sering mengantuk dibandingkan lapar. Heidi menyarankan agar Anda tetap mempertahankan setidaknya 8-12 kali menyusui bayi dalam sehari—bahkan jika si kecil belum meminta.
 
Apa yang harus saya lakukan jika stok ASI rendah?
Tubuh secara otomatis memberi sinyal untuk memproduksi lebih banyak ASI saat payudara Anda kosong. Menurut para ahli di American Pregnancy Association, triknya adalah menyusui sebanyak mungkin di masa-masa awal dan relaks saat melakukannya. Bicaralah dengan konsultan laktasi yang dapat memberi saran kapan dan bagaimana cara menyusui atau memberi makan secara efisien. Jika persediaan susu Anda masih rendah, sejumlah obat herbal dapat membantu meningkatkannya.
 
Haruskah saya tidur siang ketika bayi sedang tidur?
Ya, karena penelitian menunjukkan bahwa stres dan kelelahan dapat berkontribusi terhadap depresi dan produksi susu yang rendah. Namun, sering kali ada daftar tugas yang sudah menunggu begitu Anda meletakkan si kecil di tempat tidurnya—termasuk Anda harus segera makan dan mandi!
 
Sebenarnya sebagian besar tugas rumah tangga dapat menunggu karena prioritas Bunda adalah kebutuhan pribadi serta bayi dalam beberapa bulan pertama. Tenangkan pikiran Anda dengan menulis daftar hal-hal yang harus dilakukan ketika bayi tertidur sesuai urutan urgensi. Jangan terlalu khawatir jika Anda tidak mampu menangani semuanya, ya, Bunda. Anda selalu dapat meminta bantuan kepada pasangan, keluarga, teman, bahkan tetangga.
 
Pastikan saja untuk menjadwalkan waktu tidur dan mengistirahatkan diri sendiri—meskipun berarti Anda mencuri tidur siang selama 20 menit bersama si kecil.
 
Bisakah saya mengajak bayi keluar rumah saat usianya dua minggu?
“Tentu saja bisa”, kata Heidi. Bayi yang sehat dan cukup bulan bisa diajak berjalan-jalan ke taman, mengunjungi rumah nenek, atau bahkan melakukan perjalanan singkat belanja ke minimarket. Namun, di musim flu, Bunda sebaiknya membatasi paparan bayi Anda terhadap orang banyak di dalam ruangan dengan kuman yang mereka bawa. Begitu tubuh Anda siap kembali berolahraga, maka berjalan-jalan setiap hari di udara segar akan memberikan manfaat bagi Bunda dan bayi.
 
Seberapa cepat saya bisa menjadwalkan rutinitas untuk bayi yang baru lahir?
“Kecuali Anda memiliki anak kembar dan ingin memasukkan mereka ke jadwal makan dan tidur yang serupa, sebenarnya Anda tidak perlu membangun rutinitas formal apa pun selama 6-12 minggu pertama kelahiran bayi”, kata Ann Richardson, perawat dan penulis buku Baby sense; Sleep Sense dan Toddler Sense.
 
Berikut rutinitas fleksibel yang harus tertanam dalam pikiran Bunda selama 2 minggu pertama kelahiran bayi seperti diambil dari buku Baby Sense:
-Bayi harus menyusu setiap 2-3 jam di siang hari—mungkin lebih banyak jika cuaca sedang panas-panasnya.
- Bayi harus menghabiskan sebagian besar harinya untuk tidur yaitu sekitar 18-20 jam dalam siklus 24 jam.
-Pemberian makan malam menjadi lebih jarang karena si kecil mungkin mulai tidur selama 4-5 jam di malam hari.
-Batasi waktu terjaganya di malam hari selama 40-60 menit saja untuk mengurangi risiko stimulasi berlebih.
-Setelah berusia 6 minggu, si kecil mungkin mengalami lonjakan pertumbuhan yang bisa bertahan 24 jam. Di masa ini Anda mungkin perlu menyusui setiap dua jam sampai dia puas atau kenyang.
 

PRIMA SOERATNO
 

Baca juga:
6 Bahan Makanan Penambah Produksi ASI
5 Posisi Menyusi Nyaman untuk Bayi dan Bunda

 



Artikel Rekomendasi