Makanan Penambah Energi

 

Saat hamil, seringkali Anda merasa lelah, letih dan lesu. Karena itu, Anda butuh energi ekstra. Makanan apa sajakah yang baik untuk Anda konsumsi, sekaligus menambah energi? Berikut ini beberapa contohnya.

1. Oatmeal Pisang
Terdiri dari: oatmeal, susu, pisang.

Kandungan dan manfaat:
  • Karbohidrat sebagai sumber energi bagi sel-sel tubuh, bahkan satu-satunya sumber energi bagi jaringan tubuh tertentu seperti otak, saraf dan sel darah merah.
  • Seratnya adalah zat yang sulit dicerna, sehingga merasa kenyang lebih lama.
  • Kalium berperan pada keseimbangan cairan dalam tubuh serta pertumbuhan sel, terutama sel otot.
  • Magnesium mencegah kerusakan gigi dan berperan memacu kontraksi otot.
  • Fosfor untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
  • Kalsium pada susu untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.
  • Gula pada pisang terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan glukosa, sehingga Anda tidak lekas merasa lapar, sekaligus menjadi cadangan energi.
2. Spageti Marinara
Terdiri dari: spageti, udang, cumi.

Kandungan dan manfaat:
  • Karbohidrat kompleks pada spageti merupakan jenis pati, yaitu sumber energi   untuk beraktivitas dan menggerakkan fungsi organ tubuh.
  • Protein dari udang dan cumi dapat “mengisi” kandungan protein spaghetti yang rendah. Selain sumber energi, protein juga zat pembentuk yang berguna untuk pertumbuhan jaringan tertentu, seperti otot, rambut, kulit dan lainnya.
  • Lemak pada spagetti, udang dan margarin: merupakan sumber energi yang paling padat karena menghasilkan kalori yang lebih banyak daripada karbohidrat dan protein. Juga, dapat dijadikan cadangan energi tubuh yang paling besar.
3. Kentang Goreng

Kandungan dan manfaat:
  • Karbohidrat dari 100 gram kentang (belum digoreng) bisa diperoleh energi sekitar 90 Kalori dan 90%-nya berasal dari karbohidrat. Kentang yang digoreng akan memiliki kandungan energi yang lebih besar, yaitu 163 kkal/100 gram.
  • Mineral antara lain natrium dan kalium, yang cukup tinggi. Tak perlu menambahkan garam terlalu banyak karena dapat memicu hipertensi.
  • Sedikit B6 untuk membantu “menciptakan” metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat dan protein.
  • Asam lemak tak jenuh (omega 3, omega 6, omega 9) pada minyak goreng dapat menurunkan kolesterol jahat dan mencegah serangan jantung, serta tidak mudah bereaksi atau berubah menjadi asam lemak jenis lain.
4. Sandwich
Terdiri dari: roti gandum, ikan tuna, selada, dan tomat.

Kandungan dan manfaat:
  • Karbohidrat kompleks pada roti gandum merupakan golongan serat yang baik untuk dikonsumsi. Karbohidrat ini akan langsung dibakar jadi energi dan tidak tersimpan sebagai lemak. Kandungan serat ini juga bisa membantu menstabilkan kadar gula darah sehingga dapat mempertahankan energi dan rasa kenyang dalam waktu lebih lama.
  • Vitamin B kompleks pada roti gandum mendorong metabolisme energi Anda. 
  • Omega 3 pada ikan tuna 28 kali lebih banyak dibandingkan dengan ikan air tawar. Omega 3 juga berfungsi menghambat proses terjadinya penyumbatan darah (aterosklerosis).
  • Protein per 100 gram ikan tuna lebih besar dibandingkan pada telur, yaitu 22 gram dan 13 gram.
  • Betakaroten pada tomat dan selada berfungsi sebagai antioksidan pelindung tubuh dari paparan radikal bebas.
  • Serat pada selada dan tomat cukup tinggi, sehingga dapat membantu pencernaan dan mencegah sembelit.
5. Bubur Kacang Hijau
Terdiri dari: kacang hijau, santan, gula merah, dan tepung maizena.

Kandungan dan manfaat:
  • Karbohidrat pada kacang hijau adalah komponen terbesar (lebih dari 55%),  senantiasa memberikan energi untuk tubuh. Begitu juga dengan kandungan karbohidrat pada tepung maizena.
  • Vitamin B1 pada kacang hijau sebagai bagian dari koenzim yang berperan penting dalam oksidasi karbohidrat untuk diubah jadi energi. Tanpa kehadiran vitamin B1, tubuh akan mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat.
  • Vitamin B2 pada kacang hijau dapat membantu penyerapan protein di dalam tubuh.
  • Sedikit protein dan lemak pada santan. Hati-hati pada pemanasan yang berlebihan, akan mengubah lemak sehat menjadi lemak trans yang membahayakan

 



Artikel Rekomendasi