Mengapa Ukuran Perut Pada Kehamilan Kedua Lebih Besar Dibandingkan yang Pertama?

 


Bun, selamat untuk kehamilan kedua Anda. Kenangan kala mengandung si Kakak masih membekas di ingatan seperti baru kemarin, tak terasa si adik sudah mau muncul saja. Kehamilan kedua mungkin terasa lebih santai, karena Bunda sudah membekali diri dengan pengalaman yang cukup saat hamil anak pertama.

Meski sudah pernah hamil sebelumnya, para Ibu hamil harus benar-benar mempersiapkan tubuh sebelum menjalani kehamilan kedua, karena pengalaman ini akan sangat berbeda.

Kondisi tubuh Bunda mungkin sudah tidak lagi prima seperti saat pertama kali hamil; lebih cepat merasa lelah, mudah stres karena Anda juga mengasuh anak pertama, nyeri punggung lebih hebat, dan yang sering menjadi perhatian adalah pertumbuhan ukuran perut yang lebih cepat dan besar dibandingkan kehamilan pertama.

Banyak hal yang menyebabkan pertumbuhan ukuran perut pada kehamilan kedua menjadi lebih cepat dan besar. Mulai dari, perubahan otot perut, hormon, posisi rahim, dan lain-lain. Mari kita kenali lebih dalam masing-masing dari penyebab tersebut.

Perubahan ukuran otot perut
Setelah melahirkan anak pertama, meski tubuh dan berat badan Bunda sudah kembali seperti sebelum hamil,  namun tidak demikian dengan rahim Anda. Faktanya rahim perlu waktu yang tidak sebentar untuk kembali ke ukuran semula.

Pada kebanyakan kehamilan kedua, pertumbuhan perut cenderung lebih cepat karena perubahan ukuran otot perut dan mengendurnya rahim.

Beberapa wanita juga menderita diastasis recti, yaitu  pemisahan otot-otot rektus (pemisahan perut), akibat pelebaran dan peregangan serat-serat yang menyatukan otot-otot rektus. Kondisiinilah yang menyebabkan perut mengembang dan tidak kembali ke posisi semula.

Meningkatnya penyimpanan lemak di perut
Suka atau tidak suka, akumulasi lemak adalah salah satu proses evolusi yang memastikan agar bayi memiliki nutrisi yang cukup untuk berkembang dan tumbuh di perut Bunda.

Karena tubuh Anda pernah melakukannya sebelumnya (pada kehamilan pertama), maka tubuh secara otomatis dapat melakukannya lagi. Terlebih lagi jika berat badan pasca persalinan pertama belum turun, kondisi ini akan membuat Anda merasa pertumbuhan perut pada kehamilan kedua terasa lebih cepat.

Gejala kehamilan yang berbeda
Kehamilan memang memberikan gejala dan pengalaman yang berbeda pada tiap wanita. Begitu juga dengan kehamilan pertama dan kedua, biasanya Bunda akan mengalami gejala dan pengalaman yang berbeda.   

Biasanya jeda waktu pada kehamilan pertama ke kehamilan kedua berjarak sekitar dua hingga tingga tahun. Tentunya Anda menghabiskan waktu tersebut untuk merawat si kakak, yang menyebabkan minimnya waktu untuk merawat diri sendiri.

Dalam rentang waktu tersebut juga banyak para wanita yang mengubah gaya hidup mereka cendrung menjadi kurang sehat. Gaya hidup yang tidak sehat ini nantinya akan meningkatkan akumulasi lemak dan menyebabkan pertumbuhan perut menjadi lebih cepat.

Mengalami lebih banyak rasa sakit dan nyeri
Setelah persalinan pertama, tubuh Anda mulai mengendurkan persendiannya berkat hormon relaxin. Kondisi ini terkadang bisa menyebabkan peningkatan nyeri tubuh saat menjalani kehamilan kedua. Peregangan sendi ini dapat menyebabkan sakit punggung, pinggul kendur, dan nyeri ligamen melingkar, hal ini juga bisa menyebabkan bayi dapat berbaring tengkurap.

Seiring dengan pertumbuhan perut yang semakin membesar, gerak Ibu hamil juga jadi semakin terbatas, misalnya posisi membungkuk akan terasa sulit dan menyakitkan. Untuk mengatasi rasa nyeri ini, Bunda bisa tidur di atas bantal bersalin dan belajar beberapa gerakan yoga prenatal untuk meredakan nyeri dan menenangkan saraf.

Efek hormonal
Faktor lain yang menjadi penyebab pertumbuhan perut menjadi lebih besar dan cepat adalah meningkatnya hormon yang menyebabkan retensi cairan di tubuh Anda. Ukuran perut yang besar bisa jadi sebenarnya adalah perut yang buncit.

Anda disarankan untuk tetap terhidrasi dengan baik, dengan banyak minum air putih, jus buah, dan air kelapa. Selain itu, konsumsi banyak serat dalam makanan, untuk menghindari sembelit atau gangguan pencernaan. Cairan yang cukup dan makanan berserat dapat membantu Anda meminimalkan risiko kembung yang membuat perut menjadi buncit.

Posisi rahim
Terakhir adalah posisi rahim. Jika rahim Anda cenderung miring ke belakang, mungkin dapat memperlambat pertumbuhan perut pada awal kehamilan. Namun, jika rahim condong ke depan, biasanya pertumbuhan perut akan lebih cepat membesar.

Pertumbuhan perut yang lebih cepat membesar bisa menjadi pertanda tanggal jatuh tempo yang tidak akurat. Konsultasikan dengan dokter, bila pertumbuhan yang cepat ini membuat Anda merasa khawatir dengan kondisi kehamilan Anda. Siapa tahu, ini adalah pertanda tanggal jatuh tempo mungkin sedikit lebih awal dari yang telah diperkirakan.

Dr Tan Eng Loy dari Singapore General Hospital, menyarankan para Ibu hamil untuk selalu mengikuti perkembangan tes skrining dan pemindaian ultrasound. Pemeriksaan Ini dapat membantu Anda mengetahui semua informasi yang dibutuhkan tentang masalah medis selama kehamilan, seperti diabetes gestasional atau kondisi jantung.

Baca juga:
Bahaya! Anemia pada ibu hamil jangan dibiarkan

Wajib tahu! Bahayanya mengonsumsi ginseng selama hamil
Melasma muncul saat hamil, bunda harus apa?

Debbyani Nurinda

 



Artikel Rekomendasi