Perawatan Antenatal bagi Ibu Hamil di Masa Normal Baru

 

Foto ilustrasi ibu hamil (Freepik)


Antenatal Care (ANC) atau pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal. Pemeriksaan antenatal bertujuan untuk membantu kehamilan berjalan lancar sampai persalinan, dan kesehatan ibu hamil beserta janin tetap terjaga. 

Pemeriksaan antenatal dilakukan secara berkala agar ibu dan janin terhindar dari risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Pemeriksaan ini juga untuk mempersiapkan calon ibu menghadapi periode pascapersalinan dan pemberian ASI eksklusif.

"Tujuan antenatal care adalah untuk menunjang ibu mendapat pengalaman kehamilan yang positif. Ada data bahwa ibu yang tidak mendapatkan perawatan antenatal, akan memiliki risiko kematian dan komplikasi kehamilan lainnya," dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, M.Sc., mejelaskan di acara Webinar Antenatal Care bersama RS Pondok Indah Group.

"Selain mencegah komplikasi, perawatan antenatal juga berfungsi untuk mendeteksi komplikasi pada kehamilan. Kita mau ibunya bebas dari infeksi, kita mau ibunya terhindar dari anemia, preeklampsia, diabetes, infeksi saluran kemih yang nantinya menyebabkan persalinan prematur, pertumbuhan janin terhambat," ujar dr. Yassin. 

Di samping memerhatikan kesehatan fisik ibu hamil, aspek kesehatan mental pun ikut menjadi cakupan dalam perawatan antenatal. Misalnya apakah ibu hamil mengalami kekerasan dari pasangan atau masalah rumah tangga lainnya yang memengaruhi kondisi kejiwaan ibu.

Kondisi janin pun sudah tentu menjadi perhatian dalam perawatan antenatal. Mulai dari awal kehamilan hingga persalinan, perawatan antenatal memastikan kondisi janin dalam keadaan sehat. Jika ada risiko kelainan, dapat sedini mungkin dideteksi sehingga memeroleh penanganan dengan cepat dan tepat. 

"Jadi kita ingin mencapai hasil optimal. Pada bayinya kita tidak ingin bayi mengalami infeksi, berat yang kecil karena pertumbuhan terhambat, kita tidak ingin ia mengalami persalinan prematur, tidak ingin bayi mendapatkan kelainan pada kongenital, atau kalau pun ada kelainan lantas bagaimana penanganannya, termasuk kita tidak mau bayinya terlalu besar sehingga menimbulkan komplikasi," kata dr. Yassin. 

Dalam praktik pemeriksaan antenatal, ibu hamil memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan beserta fasilitas yang mendukung di pusat kesehatan atau rumah sakit. Namun situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang memunculkan kekhawatiran jika ibu hamil harus sering-sering berkunjung ke rumah sakit untuk periksa kehamilan. 

Menurut dr. Yassin, perkumpulan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Indonesia telah mengeluarkan panduan rekomendasi bagaimana penanganan ibu hamil pada masa pandemi. Dalam rekomendasi tersebut, dengan mempertimbangkan bahwa kehamilan adalah masa yang penting bagi ibu dan memerlukan perawatan dengan seksama, dokter spesialis kebidanan dan kandungan menyarankan agar ibu tetap melakukan perawatan antenatal secara rutin. Akan tetapi, ada beberapa metode pemeriksaan yang dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan situasi pandemi. 

"Jadi ibu hamil, karena kehamilan dan kesehatan reproduksi itu merupakan masa yang esensial dan urgent, tetap disarankan untuk melanjutkan asuhan antenatal rutin, meskipun kita melakukan modifikasi. Kecuali pada ibu hamil yang memerlukan isolasi mandiri, karena dicurigai atau terkonfirmasi Covid-19. Jadi kalau ibunya sudah positif Covid-19 ya ibunya tidak boleh pergi dulu ke mana-mana," kata dr. Yassin. 

Modifikasi perawatan antenatal yang disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19 ditujukan untuk mengurangi frekuensi ibu hamil keluar rumah atau berkunjung ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Berdasarkan rekomendasi WHO, di masa pandemi ini, ibu hamil dengan risiko rendah, setidaknya memeroleh perawatan antenatal sebanyak delapan kali.

Modifikasi lainnya, konsultasi dan pemeriksaan penunjang seperti USG dan laboratorium dilakukan pada waktu dan tempat yang sama, atau melalui konsultasi virtual. 

"Beberapa dokter kandungan - bahkan hampir semua dokter kandungan di Rumah Sakit Pondok Indah selalu membuka diri untuk berkonsultasi dengan pasiennya. Dan ini sangat membantu untuk menjadwalkan pasiennya. Jadi pasien bisa bertanya, kapan harus ke rumah sakit, kapan harus kontrol apakah urgent atau tidak. Nah, itu sangat memudahkan ibu hamil agar tidak sering-sering keluar rumah," kata dr. Yassin. 

ALI

 



Artikel Rekomendasi