Pijat Kehamilan? Aman Kok!

 

Amankah pijat ibu hamil bagi kesehatan ibu dan janinnya? Tentu saja. Sepanjang Anda patuh pada rambu-rambu pemijatan dan poin pentingnya adalah, sebelum dilakukan, sebaiknya Anda tanya dokter kandungan dulu,boleh tidak dilakukan pemijatan?

Di tempat pemijatan umum pun, terapis pijat biasanya akan bertanya lebih dahulu kepada Anda jika mempunyai masalah atau komplikasi selama kehamilan. Tapi ada beberapa kondisi kesehatan yang memang tidak dibolehkan untuk melakukan pemijatan yakni :
  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Diabetes
  • Penyakit menular
  • Demam
  • Muntah-muntah
  • Pre-eklampsia
  • Tekanan darah tinggi
  • Morning sickness
  • Nyeri di daerah perut
  • Timbul ruam kulit
Idealnya, pemijatan dapat dilakukan mulai dari usia kehamilan bulan ke-3 sampai bulan ke-9. Mengapa sih harus di atas usia 3 bulan? Dibawah itu kehamilan sangat rentan terhadap risiko keguguran sehingga dianjurkan pemijatan dilakukan saat masuk usia kehamilan bulan ke-4. Tapi ingat sekali lagi pemijatan sangat tergantung pada kondisi kesehatan si ibu dan harus mendapat rekomendasi dokter.

Pemijatan juga tidak boleh dilakukan di sembarang area tubuh. Hanya bagian-bagian tertentu dan ada juga bagian yang tidak boleh dilakukan pemijatan sama sekali. Bagian tubuh yang boleh dipijat adalah
  • Kepala
  • Bahu
  • Punggung
  • Panggul
  • Bokong
  • Tangan dan Kaki
Yang tidak boleh dipijat:  Daerah bagian perut karena berhubungan langsung dengan kandungan dan organ reproduksi. Jika bagian ini dipijiat, bisa-bisa bayi Anda lahir prematur.

Baca:
Manfaat Pijat Perineum Untuk Persalinan
Ibu Hamil, Pijat Kaki Sendiri
Pijat Anti Mual
Pijat Wajah Untuk Rilekskan Kehamilan



 



Artikel Rekomendasi

post4

Manfaat Jalan Kaki Untuk Ibu Hamil

Jalan kaki merupakan salah satu pilihan olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Sebelum melakukannya, pastikan dulu Anda tahu manfaatnya dan risikonya bagi kehamilan Anda.... read more