Ragam Penyebab Anemia Saat Hamil

 

Tingginya angka anemia ibu hamil di Indonesia seringkali disebabkan oleh rendahnya kesadaran seorang ibu bila dirinya menderita anemia. Padahal tidak sulit untuk mengetahui gejala-gejala anemia.

Gejala yang sangat mudah terlihat adalah warna kelopak mata yang pucat, sering merasa lelah, dan sulit berkonsentrasi. Namun, jika anemia sudah semakin parah akan disertai dengan gejala seperti rambut rontok, napas pendek, kuku menjadi cekung seperti sendok, sulit menelan hingga kepekaan terhadap infeksi meningkat. Jika gejala ini terlihat oleh dokter kandungan biasanya ibu hamil akan direkomendasikan untuk pemeriksaan hb melalui tes darah. Dan, bila kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl umumnya dokter akan menyarankan pemeriksaan darah lanjutan termasuk penelusuran apakah ada penyakit-penyakit lain yang mungkin menjadi penyebab. Karena penyebabnya yang beragam maka sesuaikan jenis pengobatan dengan faktor penyebab terjadinya anemia.

1. Bila anemia muncul akibat kurangnya protein, pada prinsipnya zat gizi seimbang sesuai dengan piramida makanan adalah yang terbaik untuk pencegahan maupun pengobatan. Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan, daging, ayam, aneka seafood dan susu.
 
2. Bila anemia muncul akibat kurangnya cadangan asam folat atau zat besi, maka pemberian suplemen perlu dilakukan dengan pengawasan dari dokter kandungan Anda. Sebab, kebutuhan harian zat besi dan asam folat saat hamil meningkat secara drastis (dua kali lipat) dari sebelum hamil. Dari jumlah sebesar itu maka sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi baik dari makanan maupun suplemen. Ada beberapa jenis pilihan suplemen yang biasanya akan diberikan dokter, berbentuk tablet yang langsung bisa ditelan atau tablet yang dikunyah.

Namun jika pemberian suplemen tidak membuat kondisi membaik atau penderita intoleransi terhadap suplemen, maka pemberian zat besi atau asam folat intravena atau tranfusi perlu dilakukan dengan pengawasan ketat dari dokter kandungan Anda. Untuk itu, Bunda dapat melakukan tes-tes berikut ini saat hamil:


1. Tes Darah Lengkap, untuk mengetahui tingkat sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan hemoglobin pada tubuh. Dari tes ini Anda juga dapat mengetahui mengenai volume dan konsentrasi hemoglobin pada sel darah merah. Jika Anda menginap anemia yang disebabkan oleh zat besi kemungkinan besar sel darah merah Anda jauh di bawah normal.
 
2. Tes Darah Lainnya. Jika sudah positif anemia, Anda dapat melakukan tes darah tambahan untuk memastikan jenis anemia yang Anda miliki, seperti:
- Tes hemoglobin elektroforesis untuk mendeteksi jenis hemoglobin dalam darah.
- Tes retikulosit untuk mengetahui seberapa baik sumsum tulang Anda memproduksi sel-sel darah merah yang baru serta berfungsi untuk mengetahui jumlah zat besi dalam darah Anda.

Derajat anemia pada ibu hamil:
- Ringan sekali (Hb 11g/dl)
- Ringan (Hb 8g/dl)
- Sedang (Hb 5-8g/dl)
- Berat (Hb <5gr/dl)

KONSULTASI  DR.dr.Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM dan Dr.dr.Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD,KHOM,FACP dari Divisi Hematologi-Onkolologi FKUI.


 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Plasenta Lepas

Plasenta yang lepas sudah termasuk kondisi yang membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin. Buruan ke dokter agar segera ditangani secepatnya... read more