Bahaya Virus Zika

 

Fotosearch


Anda pasti sudah mendengar tentang virus satu ini beberapa waktu belakangan. Sejak diketahui muncul di Brazil pada pertengahan tahun lalu, infeksi virus Zika telah meluas ke sejumlah negara di Benua Amerika dan menimbulkan kehebohan. Virus Zika juga dipastikan telah ditemukan di Indonesia. Karena itu, penting bagi Bunda mengenali ciri-ciri infeksi virus ini, dampak, dan cara pencegahannya.

Apakah virus Zika?
Zika adalah sejenis virus dari famili Flaviviridae dan genus Flavivirus. Namanya diambil dari Hutan Zika di Uganda, tempat awal virus ini ditemukan. Virus Zika diisolasi pertama kali dari monyet Macaca Mullata pada tahun 1947 dan nyamuk Aedes africanus pada tahun 1948. Virus ini lalu menjangkiti manusia dan menyerang populasi manusia di kawasan Afrika secara meluas pada tahun 1954. Dari Benua Afrika, virus kemudian menyebar menuju Kepulauan Asia Pasifik dan Amerika. Di Indonesia sendiri, virus ini pertama kali ditemukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jambi pada tahun lalu.

Penyebarannya?
Virus Zika menular melalui gigitan nyamuk genus Aedes, yang juga menyebarkan demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan yellow fever. Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus diduga kuat menjadi penyebar utama virus ini di banyak negara, karena keduanya memiliki kemampuan adaptasi tinggi di berbagai wilayah. Aedes Aegypti umumnya ada di kawasan tropis dan subtropis, sedangkan Aedes albopictus di daerah dingin. Meskipun daya terbang nyamuk genus Aedes rendah, virus Zika bisa menyebar lintas negara karena terbawa manusia yang terinfeksi.

Gejalanya?
Gejalanya mirip demam berdarah, yang membuat keberadaannya tidak dapat langsung diketahui secara spesifik. Menurut dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, dari Divisi Tropik dan Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, gejala yang muncul akibat terkena virus ini biasanya ringan, yaitu demam, ruam pada kulit, nyeri pada otot atau persendian, mata merah karena radang selaput mata, serta rasa letih atau lesu yang muncul setelah 2-7 hari masuknya virus. Setiap orang berisiko terinfeksi virus ini lebih dari satu kali, karena tidak ada antibodi yang terbentuk setelah terkena infeksi.

Jika ibu hamil terinfeksi?
Selama ini belum ada bukti kuat ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit lebih berat selama kehamilan setelah terinfeksi virus Zika. Lalu, apakah ada hubungan antara virus Zika dan mikrosefali atau cacat pertumbuhan otak yang menyebabkan ukuran kepala lebih kecil dibandingkan bayi lain pada usia dan jenis kelamin yang sama? Menurut dr. Erni, data yang ada mengenai hubungan antara mikrosefali pada bayi di Brazil adalah suatu kejadian yang dilakukan melalui pengamatan pada bayi-bayi yang mengalami kelainan bawaan tersebut. Pada bayi-bayi itu, hasil pemeriksaan darah mendapatkan bukti keberaadaan infeksi virus Zika. Akan tetapi, penelitian yang didesain untuk melihat hubungan sebab-akibat dari virus itu terhadap kelainan bawaan berupa mikrosefali belum ada. Ada juga yang menghubungkan infeksi virus Zika dengan penyakit kelainan saraf, yaitu Guillaine-Barre Syndrome (GBS). Namun, kejadian GBS dengan infeksi virus Zika sama seperti dugaan hubungan antara virus itu dengan mikrosefali.

Penanganannya untuk ibu hamil?
Terkait ancaman virus Zika, ibu hamil yang akan bepergian ke daerah yang terjangkit virus Zika sebaiknya melakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter. Selain itu, selama berada di derah tersebut, dianjurkan melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk. Ibu hamil yang juga disarankan melakukan pemeriksaan adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang terjangkit, serta memiliki 2 atau lebih gejala infeksi virus Zika. Jika ibu hamil mengalami gejala klinis menyerupai infeksi virus Zika selama 2 minggu, maka sebaiknya ia melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui keberadaan infeksi. Jika hasil pemeriksaan darah positif, dianjurkan melakukan pemeriksaan amniosentesis dan USG untuk mengetahui mikrosefali atau pengapuran pada jaringan otak.
(SAN/ERN)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Bumil Juga Perlu Vaksinasi

Vaksinasi adalah salah satu cara untuk mencegah penularan penyakit, dan membantu mencegah timbulnya penyakit seperti flu, hepatitis, dan cacar air. ... read more