6 Tipe Ibu Hamil yang Mana Anda?

 

 
Kondisi fisik dan psikis saat hamil membuat ibu mengalami suasana hati seperti di bawah ini.
Coba tentukan, mana yang paling sesuai dengan karakter Anda saat berbadan dua?

1. Mudah ‘meledak’
Setelah hamil ia jadi sering marah-marah tidak jelas. Misalnya, suami datang telat setengah jam saja marah-marah,  bahkan dengan berurai air mata. Padahal sebelumnya suami terlambat 1 jam santai saja. Bahkan berempati karena terkena macet di jalan. Emosi yang cepat meledak ini, menurut Dr. Mary Kimmel, medical director of the Perinatal Psychiatry Inpatient Unit and an assistant professor of psychiatry the University of North Carolina School of Medicine in Chapel Hill, AS pada berapa perempuan tingkat hormon estrogen dan progesteronnya naik turun, yang membuatnya sangat sensitif.

2. Manis Manja
Ia kini sering minta dijemput ke tempat kerja, minta makanan kesukaan secara mendadak, bahkan kalau tidur pun minta dipeluk.  Ia berubah menjadi wanita yang ‘rapuh’ dan ingin dimanjakan, padahal sebelumnya ia adalah wanita mandiri. Selama ia bisa melakukannya sendiri, ia tak pernah meminta tolong kepada suami. Hal tersebut sebenarnya lumrah, apalagi bagi wanita yang baru pertama kali hamil. Sebab kehamilan membuat kondisi fisik dan psikisnya berubah. Ia membutuhkan dorongan dan perhatian dari suami agar bisa menjalani kehamilannya dengan baik.

3. Religius
Kehamilannya  ia syukuri sebagai karunia yang besar yang diberikan oleh Tuhan. Itulah yang membuatnya ia semakin terdorong untuk berkata dan berperilaku baik. Ia juga semakin sering mendengarkan, membaca kita suci, berdoa dan menjalankan ritual keagamaan, yang sebelumnya jarang ia lakukan. Ia percaya bahwa segala yang ia lakukan akan berdampak baik pada janin yang sedang dikandungnya.  Dengan itu pula ia mendapat kekuatan untuk melakukan yang terbaik bagi kehamilannya dan dalam waktu bersamaan, pasrah terhadap kehendak-Nya.

 
4. Semangat dan kuat
Tipe ini akan berkeras menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah ibu hamil yang kuat, meskipun orang sekitar tak jarang melihat ia pucat dan tampak kelelahan. Gengsinya luar biasa tinggi untuk mengakui kondisi yang sebenarnya. Ia tetap melakukan olahraga dan tidak mengurangi aktivitas sehari-harinya. Tingkahnya yang seperti ini malah akan menjadi  bumerang kelak. Karena, ketika ia benar-benar membutuhkan bantuan, orang di sekitar tidak ada yang menyadarinya.

5. Kritis
Ini adalah ibu hamil  yang selalu ingin tahu perkembangan terbaru berkaitan dengan kehamilan dan janin dan kritis. Ia rajin bertanya dan membaca tentang masalah tersebut.  Tak jarang ia enggan mendengarkan pendapat orang lain karena hanya percaya pada dirinya sendiri. Saat kontrol rutin ke dokter, ibu hamil model ini akan menjadi ‘lawan’ yang tangguh karena banyak bertanya dan butuh diyakinkan, tujuannya hanya ingin memastikan kondisi kehamilan dan janinnya sempurna.

6. Makin gaya
Cantik dan bergaya merupakan prinsipnya. Rasanya, sah-sah saja sih. Namun, lupakan bila hanya akan membawa Anda obses terhadap penampilan sempurna, bahkan  ‘menghalalkan’ bila harus membuatnya tersiksa dan tidak nyaman. Misalnya mengenakan sepatu berhak tinggi, padahal itu berisiko membuatnya jatuh dan membahayakan kandungannya. Belum lagi ketakutan jika berat badannya melonjak membuatnya sangat menakar apa yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini pun bisa membuat ibu hamil dan janin yang dikandungnya mengalami kekurangan nutrisi. (IAH)

Baca Juga

4 Cara Mengendalikan Stres Saat Hamil
Cermat Berdandan Saat Hamil
Akibat pada Kandungan Jika Hamil Sering Baper

 



Artikel Rekomendasi