Anak-Anak Bisa Terdampak Kehamilan Tak Direncanakan Ibunya

 

Foto: Freepik

Kehamilan yang tak direncanakan tentu saja mengagetkan bagi Anda. Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si. (Nina), mengatakan bahwa kehamilan tak direncanakan, atau yang sering disebut kesundulan, dapat berdampak negatif secara psikologis bagi calon Mama. Ketidaksiapan ini bisa menyebabkan stres dan Mama rentan depresi, bahkan hingga saat bayinya sudah lahir.
 
Namun, tak hanya itu, Nina juga mengatakan bahwa dampak buruknya juga bisa dialami anak-anak. Apa sajakah?
 
Bagi Anak yang Tidak Diharapkan
Saat mengetahui dia hamil di luar rencana, seorang ibu sangat mungkin kehilangan minat untuk menjaga kehamilannya. Bila ibu mengabaikan kehamilan ini dengan melakukan kebiasaan buruk atau mengasup hal-hal yang berbahaya bagi kehamilan, maka akan memengaruhi tumbuh kembang janin. Berbagai masalah seperti keterlambatan tumbuh-kembang bisa saja dialami janin.
 
Selain itu, Nina juga mengatakan bahwa ada bukti-bukti praktis bahwa anak-anak yang tidak direncanakan memiliki relasi yang bermasalah dengan orang tuanya, khususnya ibu. “Attachment atau kelekatannya akan terganggu,” ujarnya.
 
Di samping itu, anak-anak juga akan mengalami berbagai hambatan perkembangan psikologis seperti kurangnya rasa percaya diri, kurang mandiri, dan bahkan berisiko menjadi anak bermasalah. “Kalau tidak ditangani, masalah kelekatan itu juga akan menjadi masalah kejiwaan bagi anak,” ujarnya.
 
Bagi Anak yang Sudah Dimiliki
Dampak kehamilan yang tak direncanakan tak hanya mengancam anak-anak yang tidak diharapkan. Anak yang sudah dimiliki sebelumnya, yakni kakak kandung si bayi, juga bisa terancam. “Pengasuhan jadi telantar, karena kita terus memiliki emosi negatif. Ini bisa berakibat ke kurangnya gizi, pertumbuhan, atau perkembangan yang terlambat, karena kurang stimulasi juga,” ucap Nina.
 
Di samping itu, mereka juga bisa mengalami masalah psikologis, karena melihat orang tuanya yang terus meratapi kehadiran calon adiknya, serta menyaksikan pertengkaran di antara kedua orang tuanya yang sama-sama belum bisa menerima kenyataan.
 

(Lela Latifa)

 

 

 


Topic

#kehamilan #pregnancy #kesehatanreproduksi #keluargaberencana



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil Di Usia 40-an

Meski emosi sudah jauh lebih stabil, kualitas kromosom tidak sebaik usia muda, sehingga risiko melahirkan anak dengan cacat fisik atau mental akan lebih besar. ... read more