Terapi Emosi Ibu Hamil dengan Musik

 

Ingat masa remaja dulu? Lantaran sakit hati akibat patah hati, Anda menyetel musik sekeras-kerasnya. Sakit hati serasa lenyap, ditelan musik. Musik memang bisa untuk terapi, bahkan untuk ibu hamil sekalipun.

Penelitian tentang kemujaraban musik sebagai obat, dilakukan sejak 20 tahun silam. Musik yang tenang dan menenteramkan, mempunyai efek penyembuhan fisik dan emosi ibu hamil.

Dampak positifnya terasa pada pencernaan, pola napas, sirkulasi dan tekanan darah, sehingga tubuh lebih kuat, bertenaga namun relaks. Musik juga menimbulkan rasa damai, gembira dan pikiran lebih terpusat. Musik ampuh untuk mengubah kesadaran dan menyelaraskan aktivitas otak kanan dan kiri.

Mengapa perlu terapi musik? Rahim ibu ibarat hotel. ]anin adalah 'tamu' yang menginap selama 9 bulan lebih. lbu musti pintar mengelola diri agar bisa menciptakan suasana bak hotel bintang lima. Tamu wajib disambut dengan suasana nyaman dan makanan enak.

Bila ibu stres, suasana hotel bintang lima jadi berantakan. Yang terjadi, hiruk pikuk karena ibu jengkel dan marah-marah melulu sehingga detak jantung meningkat, nafsu makan berkurang, dan gerak usus tidak nyaman. Akibatnya, nutrisi tidak diserap dengan baik oleh ibu maupun janin. Janin pun tak nyaman tinggal di sana, karena:
  • Tumbuh kembang terganggu, berat badan pun sulit bertambah.
  • Posisi melintang karena ibu gelisah.
  • Pembentukan organ tubuh tak sempurna.
Apa manfaatnya terapi musik?
  • Mengubah pola pikir ibu dengan menata pikirannya lebih positif.
  • Membuat ibu bahagia sehingga hormon seimbang. Keseimbangan hormon membuat kondisi ibu nyaman, dan dapat meningkatkan komunikasi ibu dan janin.
  • Mengoptimalkan tumbuh kembang janin
Siapa yang butuh?
  • Sudah lama menikah tapi tak kunjung hamil.
  • Menderita mual berlebihan karena kehamilan.
  • Hamil dengan gangguan emosi, misalnya, sulit tidur, tidak siap hamil, menghadapi kehamilan sendiri karena suami di luar kota, luar negeri, menghadapi ujian akhir mendekati saat melahirkan, takut melahirkan, dan penyebab stres lain.
  • Tidak merasa nyaman karena perubahan hormonal.
  • Mengalami gangguan seperti ACA, anemia, ambeien dan lain-lain .
  • lngin tenang saat melahirkan.
Kapan dilakukan?
  • Trimester pertama atau awal kehamilan untuk mereduksi mual. Terapi dilakukan satu kali dalam seminggu.
  • Trimester kedua: minimal satu kali seminggu agar kehamilan nyaman.
  • Trimester ketiga: tiga kali seminggu. Masuk minggu ke 37, terapi dilakukan setiap hari karena stres ibu meningkat. Selain itu, mulai minggu ke 37 bayi bisa lahir kapan saja.
  • Saat terjadi kontraksi dan menunggu proses persalinan.

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil Di Usia 40-an

Meski emosi sudah jauh lebih stabil, kualitas kromosom tidak sebaik usia muda, sehingga risiko melahirkan anak dengan cacat fisik atau mental akan lebih besar. ... read more