Mengatasi Alergi pada Busui

 

Foto: shutterstock


Inginnya bisa menyusui bayi, tapi serangan alergi membuat Anda tidak nyaman memberikan ASI. Bagaimana mengatasinya?
 
The American Academy of Allergy Asthma and Immunology (AAAAI) melaporkan bahwa sebanyak 30% populasi orang di seluruh dunia mengalami alergi rinitis, yaitu alergi yang disebabkan oleh cuaca, dan menyerang sistem pernapasan. Tenggorokan gatal, hidung meler, dan mata gatal. 

Alergi lain yang disebabkan oleh makanan dan berdampak pada kulit berupa gatal-gatal, alergi tungau atau bulu binantang, juga kerap menjangkiti para ibu menyusui yang sebelumnya memang sudah mengalami alergi. 

Banyak ibu menyusui mendapat informai keliru sehingga mereka percaya bahwa mereka tidak boleh minum obat karena sedang menyusui. 
Serangan alergi dari makanan atau lingkungan, bisa menghambat kelancaran menyusui. Tentu tidak nyaman ketika Anda merasa sesak napas atau wajah biduran, sementara Anda sedang menyusui.

Seperti dilansir oleh situs Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (alodokter), bila ibu menyusui mengalami alergi, antihistamin adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis alergi. Beberapa jenis obat anti alergi yang aman untuk ibu menyusui adalah:

- CTM
- Loratadine
- Cetirizine
- Tripolidine
 
Lalu bagaimana cara untuk mencegah dan menangkal serangan alergi?

1. Tingkatkan daya tahan tubuh, cukup tidur dan istirahat, konsumsi makanan bernutrisi lengkap dan seimbang, konsumsi suplemen(di antaranya antioksidan) untuk menjamin kecukupan zat gizi, dan cukup minum.

2. Patuhi aturan diet alergi Anda. Awasi makanan, minuman, atau obat yang menimbulkan reaksi alergi, khususnya makanan kemasan atau yang bahannya tercampur.

3. Jaga kebersihan rumah. Jangan menumpuk barang karena bisa menjadi sarang debu.

4. Hindari kontak dengan hewan yang memicu alergi. 

5. Tidak memasang karpet, jika Anda alergi debu.

6. Hindari pengharum ruangan atau obat nyamuk, jika Anda alergi dengan bahan-bahan kimia. Ganti dengan kelambu atau tumbuhan anti nyamuk.

7. Gunakan kasur dan bantal busa, bukan kapuk. Gunakan sprei katun dan cuci seminggu sekali dengan air hangat.

8. Setel suhu ruangan tidak terlalu dingin

9. Jaga kebersihan diri, mandi dua kali sehari dengan sabun mandi ph seimbang.

10. Minum obat anti-alergi, jika terserang. Konsultasi dengan dokter untuk dosisnya.

11. Bila serangan alergi terlalu sering sampai Anda merasa kualitas hidup menurun, konsultasi ke dokter spesialis alergi untuk mendapat perawatan khusus.

 



Artikel Rekomendasi